Hebat, Sulkarnain, Putra Maros ini Bikin Pesawat Untuk Transportasi Laut

0
17462
Teknologi pesawat WIGET 16 Reborn of Phinisi ini dapat terbang dan mendarat di laut.

PINISI.co.id- Pada Januari lalu,seorang pemuda yang tidak tamat SD, dari Pinrang membuat dan menerbangkan pesawat ultralight dari barang bekas yang menghebohkan dunia dirgantara.

Kali ini, Aiptu (Pur) H.Sulkarnain.S.Pel.MM, putra dari Maros ini, membuat pesawat sungguhan. Terbetik dalam pikirannya untuk memproduksi pesawat seusai bertemu dengan ahli pesawat dari sekampungnya, Prof. Mahfud, jebolan Korea Selatan dan Jerman.

Sebuah apresiasi yang tinggi layak diberikan kepada Sulkarnain,  seorang saudagar yang memiliki idealisme tinggi berjuang memajukan anak bangsa di bidang teknologi. Di tengah pandangan yang rendah terhadap Indonesia karena keterbelakangan di bidang teknologi, pria berusia 61 tahun ini, memproduksi sebuah moda transportasi laut baru yang akan membawa peruhahan besar di sektor ekonomi, perhubungan, maritim dan lainnya.

Teknologi tersebut yakni sebuah pesawat yang bisa terbang dan mendarat di laut. Jika proses produksi dan uji kelaikan terbang sudah selesai, pesawat ini akan sangat cocok dan tepat untuk negara kepulauan seperti Indonesia yang memiliki 16 ribu lebih pulau di seluruh Nusantara.

H. Sulkarnain (kanan) bersama pesawatnya yang siap mengudara.

Proses pengerjaan pesawat sudah berlangsung sejak Desember 2019 lalu. Digarap di Galangan Kapal Cilincing, Jakarta Utara, kini sudah hampir rampung. Pada Rabu, 19 Agustus 2020 diadakan uji coba diterjunkan di air, hasilnya sempurna.

“Alhamdulillah, hasilnya bagus, tidak ada cacat dan siap untuk diuji terbang. Ini tanda-tanda keberhasilan,” ucap Haji Sul, sapaan akrabnya, optimis dan gembira.

Rencananya akhir Agustus  ini, pesawat yang diberi nama WIGET 16 Reborn of Phinisi ini akan diadakan uji kemudi di pesisir Utara Jakarta. Setelah semua berjalan lancar baru diadakan test drive atau percobaan terbang.

Untuk menggarap pesawat yang bisa terbang dan mendarat di laut ini, Sulkarnain menggandeng Mahfud, ahli pesawat yang berhasil menciptakan pesawat yang bisa terbang dan mendarat di laut.

Mahfud kelahiran Maros, 42 tahun, buah ciptaannya telah dipakai di Singapura. Di negara serumpun ASEAN ini, Mahfud membuat pesawat yang bisa terbang di laut dengan kapasitas 10 orang. Oleh koleganya ia diminta bergabung untuk bekerja dan membuat pesawat untuk negara tetangga ini, tapi Mahfud menolak karena ingin mengembangkan keahlian demi mengangkat bangsa Indonesia. Bahkan, di Brunei yang memberikan gaji yang cukup besar untuk keahliannya itupun ia ikhlas melepaskan pekerjaannya.

Untuk mewujudkan keinginannya mengangkat nama Indonesia melalui kapal pesawat yang bisa terbang di laut tersebut Mahfud difasilitasi oleh H. Sulkarnaen, pengusaha yang juga Bendahara Umum BPP KKSS 2014-2019.

Melalui bendera PT Sudeci Sukses Makmur menyiapkan permodalan dan finansial untuk membuat pesawat tersebut di Indonesia  “Ini sebuah gerakan anak bangsa untuk kemajuan, dan akan mengangkat nama Indonesia, bahwa kita pun nampu menciptakan pesawat terbang,” ujar H. Sulkarnain.

Menurut Sulkarnain, pesawat yang bisa terbang di laut ini biayanya mencapai Rp 20 miliar untuk satu unit pesawat. “Pesawat ini kapasitas 50 orang penumpang, bagasi 15 kilogram per-orang, terbang 12 meter di atas permukaan laut, dengan kecepatan 250 kilometer per jam”, jelas Sulkarnain. 

Sulkarnain menjelaskan, adanya kapal pesawat ini memberikan banyak manfaat buat Indonesia sebagai negara kepulauan. Selain menunjang pariwisata, juga jarak tempuh bisa lebih pendek dibandingkan kapal laut. Biaya juga diprediksi lebih murah.

Kementerian Kesehatan telah menyatakan minatnya untuk memesan kapal pesawat ini, terutama difungsikan sebagai ambulans. “Dengan menggunakan kapal pesawat ini pasien bisa lebih cepat dilarikan ke rumah sakit, terutama di daerah pesisir dan pulau  terpencil, yang kalau menggunakan kapal laut makan waktu lebih lama, juga berguna untuk menngatasi kecelakaan di laut,” terang Sulkarnain.

Bukan saja peminatnya dari dalam negeri, negara asing pun tertarik untuk membelinya, di antaranya Qatar, Pilipina dan Amerika Serikat.

Kapal pesawat yang dirancang Mahfud ini conect dengan air, bahan bakar bukan aftur, tetapi gas yang didesain dari air dan udara. Jika kapal pesawat ini telah terwujud maka inilah transportasi masa depan yang akan merubah kehidupan ekonomi di sektor kelautan. Karya yang dahsyat. [Arfendi]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here