Menafsir Ulang, Apakah Birokrat, Politisi dan Cendekiawan Tegolong Rumpun Saudagar?

0
336

Kolom Fiam Mustamin

PASANG surut Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) dari pertama digelar di Balai Manunggal ABRI Makassar  tahun 1994. Terselenggara kontinu sampai  empat kali berturut setiap tahun sampai 1997. PSBM vakum di masa krisis tahun 1998 sampai dengan tahun 2003

Adapun peran KKSS menghidupkan PSBM sampai masa kepemimpinan Beddu Amang dan Sekjen Pawennei, Anwar  Hafid dan pengurus lainnya yaitu Ulla Nuchrawati, Muhammad Taha, Bahtiar Sahabuddin, Anwar Satta, Arifuddin Pangka, Arief Jamaluddin dan Hasbullah Ismail.

Di awal PSBM sudah muncul pertanyaan yang mengidentifikasi diri mengenai apa itu saudagar dan Bugis Makassar.

Karena itu pada PSBM kedua pada l995 materi utama yang dibahas mengenai diskripsi tema Saudagar dan Bugis  Makassar.

Saudagar diorentasikan kepada pelaku ekonomi,  perdagangan barang dan jasa serta pelaku penentu  kebijakan dalam tata kelola kebijakan perekonomian bangsa dalam skala mini mikro dan makro untuk kesejahteraan rakyat/pelaku ekonomi di manapun warga itu berada.

Dengan pemahaman itulah yang memandu PSBM sampai saat ini.

Sementara penyebutan Bugis Makassar lebih dimaksudkan sebagai satu kesatuan yang disimbolkan dalam  kesatuan 4 suku dan etnis yaitu Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja yang oleh budayawan Andi Baso Amier menyebutnya yang disingkat dengan Gismadarto.

Kata Bugis Makassar dipahami dalam literatur antropologi budaya/Latoa Mattulada  bahwa tiga sub etnis itu  dasarnya adalah etnis Bugis. 

Sekalipun kemudian etnis Mandar terpisahkan secara geo politik  jadi provinsi Sulawesi Barat, tetap terikat dalam ikatan kultural satu akar budaya yang tak terpisahkan. 

Peran  Birokrat, Politisi dan Militer

Mereka adalah pembuat kebijakan yang mengayomi dan melindungi rakyat dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Demikian halnya dengan cendekiawan dan para pemikir inovator dari perguruan tinggi, pemuka agama, seniman,  budayawan dan wartawan penulis yang melahirkan renungan dan  konsepsi konsepsi untuk diimplementasikan bagi kehidupan rakyat, bangsa dan negara.

Kita berharap kepada para pelaku ekonomi saudagar di masa new normal pandemi Covid-19 tetap survive bersinergi membangun jaringan yang saling menghidupi dimanapun tempat domisilinya.

Penulis adalah Sekretaris Eksekutif BPP KKSS era Ketua Umum Beddu Amang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here