KKSS dan Pemprov Sulsel Bahu Membahu Membantu Warganya di Papua

0
265
Warga pendatang tengah mengantre untuk mengungsi ke Jayapura. (KabarPapua.com)

PINISI.co.id. — Terkait status penduduk Wamena asal Sulawesi Selatan yang telah menetap di Papua puluhan tahun lamanya, sejumlah pemuka Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) menyoal perihal statusnya.

Mantan Sekjen Badan Pengurus Pusat (BPP) KKSS,  H. A. Pawennei mengungkapkan bahwa warga Sulawesi Selatan (Sulsel) yang merantau dan berkartu penduduk setempat bukan lagi penduduk Provinsi Sulawesi Selatan sehingga manakala terjadi konflik atau kerusuhan organisasi KKSS wajib mengurus warganya.

Kendati warga KKSS tidak ber-KTP Sulsel (warga Papua asal Sulsel) — Pemerintah Provinsi Sulsel merasa terpanggil dan mempunyai tanggung jawab moril untuk meringankan warga rantauan, karena bagaimana pun sebagaimana yang kerap terjadi jika mencuat konflik, — terakhir ketika Timor Timur berpisah dari pangkuan republik, warga Sulsel kembali ke kampung halamannya di Sulsel.   

“Jadi perlu satu wadah komunikasi antara BPP KKSS dengan Pemprov Sulsel karena warga KKSS banyak yang merantau untuk mencari nafkah dan menjadi penduduk dan ber KTP di tempatan  sehingga otomatis menjadi warga KKSS,” ujar Pawennei. 

Sebaliknya dalam pandangan Ketua KKSS Papua, Dr. Mansur, bahwa paguyuban KKSS sudah terstruktur pengurusnya dari pusat sampai ke kabupaten dan kota bahkan luar negeri.

“KKSS tanpa diperintah oleh Pemdanya, tetap menjadi tanggung jawab organisasi. Tak ada artinya KKSS jika tidak berperan membantu warganya. Jadi KKSS menjadi filter bahkan memediasi semua pihak. Inilah fungsi KKSS di manapun berada,” ujarnya.

Lebih jauh, kata Mansur, tidak terbatas oleh Pak Jusuf Kalla sebagai Ketua Dewan Kehormatan KKSS, yang terus memonitor setiap hari tentang situasi di Papua, kendati Pak JK sedang berada di Amerika Serikat.

Dalam pada itu, Jusuf Kalla menegaskan perlunya penegakan hukum kepada mereka yang bersalah dan mendorong rekonsiliasi di tengah masyarakat demi masa depan Papua yang lebih baik. “Kehadiran pendatang di Papua bukan hanya mencari kehidupan tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah setempat,” kata tokoh perdamaian itu.

Seminggu terakhir ini KKSS Papua bersama jajarannya berada di pengungsian di asrama Lanud Jayapura, mendampingi dan menyambangi warganya, termasuk warga KKSS asal Toraja. “KKSS Papua memberi bantuan sembako, obat-obatan dan pakaian layak pakai. Kami selalu berada di tengah warga yang tengah berduka untuk menghibur dan menyemangati mereka,” kata Mansur yang kemarin, Senin 30  September menjamu Wagub Sulsel Andi Sudirman Sulaiman yang membawa bantuan sebesar Rp 1 miliyar.

“Fungsi inilah yang kita jalankan di Papua. Makanya  sewaktu BPP KKSS hendak ke Papua, saya katakan tidak usah dulu karena situasi belum pulih,” imbuh Mansur.

Lebih jauh Mansur menuturkan, meskipun jauh di mata tetapi kita dekat di hati. Itulah “sipatuwo sipatokkong mali siparappe malilu sipakai’nge”. Karena itu, yang utama adalah kita bahu membahu bersama-sama membantu warga KKSS yang terkena musibah di Papua.

Hingga tadi pagi sumbangan yang diinisiasi BPP KKSS  (KKSS Peduli Wamena) telah berhasil menghimpun dana sebesar Rp 100.000.000 untuk kemudian diteruskan ke Papua.

(Daeng Lippo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here