JK Tanya Kondisi Terkini Papua, KKSS Imbau Warganya Tetap Bertahan

0
572
Sumber foto Haipapua.com

PINISI.co.id, Jakarta — Rusuh yang memakan puluhan korban nyawa warga pendatang di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, mengakibatkan sekitar 3.000 warga pendatang di Wamena melakukan eksodus ke Jayapura, sejak kemarin (29/9/2019).

Menurut Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Papua, Dr. Mansur, banyak warga KKSS belum berniat untuk pulang ke kampung halamannya di Sulawesi Selatan, karena menunggu suasana aman. Pertimbangannya antara lain, mereka — warga Sulsel sudah puluhan tahun menetap dan mencari nafkah di Papua.

“Jika ada pun yang pulang kampung, itu hanya sementara dan kebanyakan adalah ibu-ibu bersama anak-anaknya. Yang laki-laki tetap bertahan di Papua,” katanya kepada PINISI.co.id.

Bahkan Mansur mengimbau agar warganya  tidak pulang ke kampung, alasannya, jika pulang artinya warga KKSS makin berkurang di Papua. Padahal Papua adalah wilayah NKRI di mana semua lapisan warga dari mana saja mempunyai hak hidup.  

“Karena itu kita semua harus tawakal sambil menunggu kondisi aman dan damai. Apalagi orang tua kita Pak JK  (Jusuf Kalla)  selalu menelpon dari Amerika Serikat dan memberikan semangat kepada kita yang ada di Papua,” tambah Mansur.

Sementara itu, rombongan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman bersama Sekretaris Daerah Sulsel Abdul Hayat dijemput oleh warga KKSS di Wamena Minggu (29/9/2019) menyertakan sumbangan Rp 1 miliyar kepada warga yang terdampak konflik,

Hingga tadi pagi donasi untuk pengungsi di Jayapura yang telah dikolek oleh KKSS Pusat sebesar Rp 67.800.000. Selain itu sejumlah pengurus KKSS di daerah turut menggalang dana untuk Papua. Antara lain Badan Pengurus Wilayah  KKSS Kepulauan Riau, KKSS Luar Negeri, Badan Otonom dan Pilar, yang bahu membahu berpartisipasi membantu warga KKSS di Wamena dan pengungsi di tempat lain. (Daeng Lippo).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here