Integritas Penyelenggara

0
667
- Advertisement -

Kolom Rahmat A Rahman

Kemanusiaan berasal dari kata manusia, yakni makhluk ciptaanTuhan Yang Maha Esa, yang memiliki potensi, pikir, rasa, karsa dan cipta. Karena potensi ini, manusia mempunyai, menempati kedudukan dan martabat yang tinggi.

Akan halnya kata adil mengandung makna bahwa suatu keputusan dan tindakan didasarkan atas ukuran/norma-norma yang obyektif, sehingga tidak sewenang-wenang. 

Adapun kata beradab berasal dari kata adab, artinya budaya.

Jadi adab mengandung arti berbudaya, yaitu sikap hidup, keputusan dan tindakan yang selalu dilandasi oleh nilai-nilai budaya, terutama norma sosial dan kesusilaan/moral. Kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung pengertian adanya kesadaran sikap dan perbuatan manusia yang didasarkan kepada potensi budi nurani manusia dalam hubungannya dengan norma-norma dan kebudayaan umumnya. Potensi kemanusiaan dimiliki oleh semua manusia di dunia, tanpa memandang ras, keturunan dan warna kulit, serta bersifat universal.

- Advertisement -

(Sila ke-3) jika kemanusiaan yang adil dan beradab bagi bangsa Indonesia bersumber pada ajaranTuhan Yang Maha Esa yakni sesuai dengan kodrat manusia sebagai ciptaanNya.

Demokrasi merupakan suatu wadah dalam menentukan pilhan dalam pilihan setiap individu semestinya tidak bisa diintervesi, karena hak setiap mahkluk mempunyai hak untuk merdeka dalam secara universal.

Sehingga kemerdakaan itu dirancang dalam undang -undang dan dijelaskan dalam bait-bait pasal untuk menjamin tranparansi demokrasi yang sesuai dengan hak individu. Jadi seharusnya dalam penerapan demokrasi yang adil beradab terkait dengan UUD atau Pancasila yang termaktub di sila ke lima “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

Karena itu, setiap penyelenggara, maupun kandidat dan tim sukses semestinya memahami makna filsofi sila kelima untuk menghindari jiwa yang tak sejalan dengan sila kelima karena sila ini menjelaskan tentang keTuhan selain dari hukum positif yang dirangcang undang-undang.

Jika semua yang terlibat memaknai setiap sila kelima dengan benar, sejatinya dalam perhelatan demokrasi akan berjalan sesuai dengan keinginan seluruh rakyat berdasarkan hak untuk memilih dan dipilih.

Kesadaran dalam penentuan pemilihan merupakan hak paling istimewa. Dan jika hak ini diberi wewenang sedemikan rupa. Seyogiyaya yang terlibat memahami status mereka sebagai penyelenggara bukan penentuan kemenangan. Ini yang perlu disadari setiap individu penyelenggara dan para tim sukses jika setiap golongan atau kelompok dan individu menentukan pilihannya.

Cara penyelenggara dan tim pemenangan untuk menghargai setiap suara yang tersalur itu hanya dengan syarat mengerti tentang undang-undang sebagai landasan terlaksananya setiap hajata dan rasa takut terhadap penjelasan sila kelima.

Jika ini menjadi faktor yang disadari oleh setiap stekholder yang terlibat nilai kecurangan pemilihan akan berkurang dan tidak pernah terjadi. Sebabnya mereka tahu bahwa setiap langkah yang dilakukan bukan hanya melaksanakan undang-undang dengan tepat dan benar tetapi ada konsukwensi campur tangan Tuhan dan kemanusiaan sehingga mereka akan sadari kesuksesan yang sebenarnya.

Yaitu menghargai suara rakyat karena ini merupakan suara Tuhan yang tak mesti diintervensi oleh siapapun jika landasannya demikian.

Jika begitu adanya, setiap pesta demokrasi akan melahirkan pemimpin yang disukai oleh rakyat dan diridhoi oleh Tuhan. Sehingga setiap perhelatan yang terjadi adalah peran paparan visi misi sebagai joker kemenangan dalam demokrasi.

Dalam hakekat demokrasi, selain menciptakan atau melahirkan pemimpin yang amanah ada hal lain yang perlu menjadi perhatian utama yaitu menciptakan masyarakat yang sadar akan demokrasi untuk melahirkan pemimpin yang reperentatif.

Pasalnya, masyarakat sering menilai dalam setiap pesta demokrasi yang menentukan kemenangan bukan suara rakyat tetapi suara penyelenggara. hal demikan yang perlu dipahami oleh penyelenggara ada stigma nilai kepercayaan yang minim terhadap mereka, ini merupakan tantangan bagi penyelenggara, jika benar demikian, ini merupakan suatu pekerjaan rumah terbesar bagi kita semua untuk memahami nilai demokrasi.

Penyelenggara bukan penentu kemenangan tetapi penyelenggra sebatas pelaksana undang-undang. Jika makna demokrasi merupakan tanda pemahaman terhadap mereka yang menjalankan amanah, harus dibarengi nilai ketauhidan dalam diri penyelenggara. Ini bisa dipahami setiap hajatan tak ada titik keraguan dimasyarakat wewewnang sedemikian eksklusif. Jika hak eksklusif yang tertara ini dimaknai secara mendalam selesai sudah titik demokrasi yang hakiki terlaksana dengan adil dan beradab.

Adil yang beradab yang dimaksud adalah suatu keadilan yang disukai oleh masyarakat dan Tuhan jika keadilan dimaksud menandai landasan dalam penyelenggara merupakan nilai. Nilaii ketuhanan dalam setiap individu merupakan landasn utama untuk menjadi kesadaran individu. Nilai ketauhidan ini menjadi landasan merupakan corak kepercayaan yang hakiki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here