Fuad Nasar: Sejak Dini Kami Mendorong Pemahaman Zakat untuk Milenial

0
331
M. Fuad Nasar.

PINISI.Co.Id- Zakat merupakan ajaran pokok Islam dan termasuk salah satu rukun Islam yang lima. Dari aspek sosial ekonomi zakat jika dikelola dengan baik bisa membantu  mengatasi permasalan yang terjadi di masyarakat.

Berikut petikan wawancara Pinisi.Co dengan M. Fuad Nasar, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI.

Berapa besar potensi zakat yang terdapat dalam masyarakat Muslim Indonesia?

Untuk potensi zakat maal .banyak pendapat baik pakar, peneliti dan praktisi. Ada yang mengatakan potensi zakat mencapai 106 triliun rupiah, ada juga yang menyebutkan 217 triliun. Angka terakhir ini memproyeksikan jika seluruh potensi zakat dapat dihimpun seperti emas dan perak, barang tambang,hewan ternak, zakat pertanian, zakat perdagangan, zakat profesi, zakat perusahaan, zakat investasi, zakat tabungan dan lainnya.

Dari potensi tersebut berapa riilnya yang berhasil dihimpun?

Untuk realisasi tahun 2019 telah mencapai 8,1 triliun rupiah. Dalam hal ini pengumpulan zakat dikoordinasi oleh BAZNAZ dengan tingkat pengumpulan mencapai hingga 20 persen setiap tahunnya. Namun, di luar ini masih banyak pengelolaan zakat yang dilakukan secara tradisional yang dilakukan oleh masyarakat sendiri secara langsung. 

Berapa banyak jumlah pembayar zakat atau muzakki yang memberikan zakat secara rutin?

Jumlah muzakki secara individu berjumlah 5.848.107 orang, sedangkan yang berbentuk badan seperti perusahaan dan lembaga mencapai 32.848 lembaga. 

Apa yang dilakukan untuk meningkatkan jumlah pembayar zakat atau muzakki?

Kementerian Agama fungsinya adalah edukator dan fasilitator dalam mendorong peningkatan pertumbuhan zakat. Beberapa hal yang dilakukan memberikan edukasi, sosialisasi kepada masyarakat mengenai literasi zakat. Dalam hal ini bekerjasama dengan Penyuluh Agama Islam non-PNS yang tersebar di seluruh Indonesia hingga tingkat kecamatan mensosialisasikan zakat, haul dan fikih serta perhitungan zakat. 

Kemenag juga mendorong pemahaman zakat sejak dini melalui kalangan muda milenial seperti Zakat Goes to Campus dengan target nantinya mereka telah memahami konsep kewajiban zakat dan muzakki. Juga membuat sosialisasi melalui media dengan akun@literasizakatwakaf pada instagram, twitter dan facebook.Tahun 2019 lalu Kemenag juga mengadakan lomba blog dan lomba video animisi diikuti 490 prserta. 

Apa kendala yang dihadapi untuk meningkatkan jumlah pembayar zakat?

Pertama, minimnya sosialisasi pada masyarakat, edukasi zakat hanya terbatas  di pelajaran agama Islam di sekolah maupun madrasah. Selain itu tema ceramah dan khutbah yang ada di masjid dan majelis taklim jarang membahas mengenai edukasi zakat.

Kedua, masih banyak masyarakat yang melakukan pembagian zakat belum melakui organisasi pengelola zakat (OPZ), tetapi langsung kepada golongan asnaf tertentu atau kepada tokoh agama dan  tokoh masyarakat sehingga pengeluaran zakat itu tidak terdata. 

Ketiga, dari aspek manajemen profesional amil (transparansi dan akuntabilitas) masih banyak lembaga amil yang masih kurang dalam hal laporan pengelolaan zakat.

Bisa dijelaskan mengenai penyaluran zakat?

Merujuk pada data statistik penyaluran zakat nasional oleh Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) penyalurannya untuk ekonomi 10 persen, pendidikan  26,20persen, dakwah 23,46 persen, kesehatan 8,3 persen, sosial kemanusiaan 31,86 persen. 

[Arfendi].

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here