Senator Ajiep Padindang Undang Tokoh Literasi Diskusi Tentang Perpustakaan Lorong Desa

0
71

PINISI.co.id- Senator anggota DPD RI/MPR RI asal Sulsel Dr.H.Ajiep Padindang, S.E.M.M. mengundang Tokoh Literasi Sulsel Bachtiar Adnan Kusuma (BAK) berdiskusi dan bertukar pikiran tentang Literasi, Perpustakaan Lorong dan Desa di Sulsel, Sabtu (31/7/2021) di Fire Flies.

Ajiep didampingi para tenaga ahlinya di antaranya Dr.Muchlis Sufrie, M.M.,Dr.Sudirman Muhammadiyah, Dr.Thalib dan lainnya. Anggota senator dua periode ini, mengajak diskusi tentang Literasi, Perpustakaan Lorong dan Desa di Sulsel. Ajiep meminta BAK menjabarkan regulasi yang digunakan gerakan literasi di Sulsel yang menurutnya literasi dan perpustakaan dua dimensi yang berbeda.

Menurut Ajiep sewaktu masih di DPRD Provinsi Sulsel, ia telah memprakarsai perlunya Perda Bahasa Lontara di Sulsel. Namun, sampai saat ini belum terwujud.

Sementara itu, BAK menyampaikan bahwa regulasi hukum penting sebagai payung gerakan literasi di setiap Kab kota di Sulsel. “ Kami bersyukur karena anggota DPRD Maros berinisiatif menyusun Ranperda Literasi Kabupaten Maros yang pertama di Sulsel,” kata BAK di depan Ajiep Padindang.

Karena semua gerakan literasi, Perpustakaan maupun perpustakaan berbasis inklusi termasuk perpustakaan lorong, desa, kelurahan jelas berangkat dari UU Perpustakaan Nomor 43 Tahun 2007, UU Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, PP Nomor 24 Tahun 2014 tentang Penerapan UU Nomor 43 Tahun 2007, UU Sistem Perbukuan Nasional Nomor 3 Tahun 2017. Selain payung hukum gerakan literasi di Sulsel jelas, yang paling penting menurut Tim Pendamping Literasi Daerah Provinsi Sulsel ini, perlunya relawan, kurikulum pembelajaran di Perpustakaan Lorong, Desa, Kelurahan, memperluas jaringan kerjasama dengan semua pihak juga menggalang gerakan wakaf buku Sulsel secara terus menerus dan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sulsel, Kabupaten Kota.

“Gerakan literasi apapun namanya harus bertumpu pada setiap keluarga yang ada di Sulsel. Kita berharap gerakan literasi sebagai sebuah gerakan kebutuhan, gerakan kebudayaan yang simultan dan memassal,” jelas Ketua LPM Terbaik 1 Kota Makassar ini. (Van)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here