Senandung Alam, Dialog Batin dengan Alam Semesta

0
431

Oleh Fiam Mustamin

Dari apa yang tertulis dan yang terbaca dan terhayati maknanya, tanpa perlu dideklir verbalisir bahwa karya ini adalah karya sastra, ungkapan kontemplasi.

Eksperersi hati cipita, rasa dan karsa, seperti judul di atas : Senandung Alam, Dialog Batin dengan Alam Semesta.

Pengantar penulisnya di buku puisi ini sudah sangat jelas menjelaskan proses kreatif penciptaan karya ini;  bukan hanya kata, kalimat dan tutur yang diuntai apa yang dilihat, ditangkap pendengaran dan dicerna oleh otak.

Syair atau puisi itu adalah bahasa hati, nyanyian batin dan simponi jiwa. Puisi adalah kumpulan puisi kelima yang berjarak 10 tahun baru lahir lagi.

Buku puisi ini merupakan persembahan istana intelektual ke 21 yang diterbitkan di awal 2011 oleh penerbit Sinar Harapan, Jakarta.

Istana intelektual yang diistilahkan oleh penulisnya Muhammad Jafar Hafsah (MJH), menjadi pustaka intelektual/pustaka bacaan umum yang lebih merakyat.

Ungkapan dalam puisi itu banyak bertutur tentang bencana alam, dewan legislasi perwakikan rakyat dan isu-isu terkini dalam kurun waktu tahun 2005 -2011.

Buku puisi itu berisi 40 judul topik dari 50 halaman isi. Dan saya memilihnya 4 topik yang akan saya muatkan di kolom ini secara bertahap. 

Pilihan topik topik itu adalah Pohon (10 Pebruari 2011),  Aceh (7 Pebruari 2005),  Mesjid Raya Baiturrahman (7 Mei 2005)  dan Mbah Marijan (10 Nopember 2010).

Pohon

Makhluk ciptaan Tuhan yang paling cantik di dunia, manusia. setelah itu, pohon.

Tidak ada pohon yang jelek, semua memberi manfaat.

Daunnya, batangnya, buahnya, akarnya . Sungguh bermanfaat.

Tetapi asrinya itu apabila kerumunan menjadi hutan lailaha ilallah indahnya, memproduksi O2 menghasilkan kehidupan.

Memberi perasaan segar, melonggarkan dada bernafas. Pohon benda hidup, pohon memberi kehidupan. Maka jangan menebang pohon apalagi illegal loging.

Tanam ..!

Penulis adalah budayawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here