PPSP Makassar Berduka, Rahmatullah, Salah Satu Putra Terbaiknya Telah Menutup Mata

0
374
Rahmatullah (duduk tengah) bersama kawan-kawannya alumni PPSP 81. Berdiri pebisnis Iwan Sanda,, Maskur, Kepala Stasiun TV Gorontalo (kiri) dan paling kanan ANdi Sidda, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Barru.

PINISI.co,id- Berita duka menggelayuti alumni PPSP Ujung Pandang (Makassar) khususnya Angkatan 81. Salah satu putra terbaiknya, H. Rahmatullah Msi (58) telah berpulang ke haribaan Allah pada Selasa, 12 Januari 2021 di Makassar karena sakit.

Rahmatullah menutup mata pada usia 58 di RS Bhayangkara, Makassar, pukul 18.30 WITA. Almarhum dimakamkam Selasa malam itu juga di kampung halamannya di Kabupaten Pinrang.

Seperti diketahui, Tullah, begitu ia disapa, sudah cukup lama mengidap penyakit jantung.   

Tak banyak yang tahu, Tullah adalah cucu dari
Andi Abubakar Lambogo yang dikenal sebagai pejuang kemerdekaan asal Sulsel yang memimpin Komando Batalion I Massenrempulu yang menjadi bagian dari Tentara Republik Indonesia persiapan Sulawesi (TRIPS). Meski titisan pejuang, Tullah tak pernah bercerita banyak tentang heroisme kakeknya.

Sebagai pejabat karir, Tullah terakhir adalah Kepala Otoritas Pelabuhan Makassar. Sebelumnya ia pernah bertugas di Dumai, Riau, dan Jakarta.

Kepala Bagian Organisasi dan Humas Ditjen Perhubungan Laut Wisnu Wardana menyampaikan, duka cita yang dalam. Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan kehilangan lagi putra terbaiknya,” ungkap Wusnu, seperti dikutip Trans.com.

Menurut Wisnu, almarhum terkenal bijaksana, sangat dekat dengan staf-stafnya karena sifatnya yang rendah hati dan mengayomi.

“Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan Kesabaran,” ujarnya.

Adapun di kalangan teman-temannya di PPSP 81, almarhum merupakan pribadi yang menyenangkan, hangat dan senang berbagi. Hingga menjadi pejabat pun, Tullah tetap sederhana dan tidak menonjolkan diri. Profilnya yang kalem dan lebih banyak mendengar membuat ia diterima dalam semua lapisan.

Tullah dikenal sebagai sosok yang senang bersilaturahim dan sayang keluarga. Tak heran, ia sering mengajak istrinya pada acara-acara rileks yang dihelat teman-teman PPSP. Selain itu, Tullah kerap menjamu kawan-kawan baik selagi ia bertugas di Jakarta maupun  di Makassar.

Karena itu, kawan-kawan Tullah di PPSP Angkatan 81 sangat kehilangan atas kepergiannya yang dirasa begitu cepat. Begitu banyak kenangan manis yang Tullah torehkan buat  kawan-kawannya. Belum habis duka atas kepergian sohib Tullah lainnya yaitu Andi Baso Abdullah, Munir (Momon) dan Andi Tau.

Salah satu obsesi Tullah yang belum terwujud adalah membangun sebuah ekosistem wisata bahari di pelabuhan Paotere Makassar.  Pelabuhan tradisional Paotere menurutnya, adalah saksi sejarah kejayaan maritim Makassar yang dapat dikembangakan sebagai ikon maritim di Kota Anging Mamiri itu.

“Paotere bisa menjadi tandem Sunda  Kelapa dalam mengundang turis asing dan kaum milineal untuk mengenal sejarah bangsanya,” ujarnya dalam bincang-bincang bersama PINISI.co.id beberapa waktu lalu.

Tapi takdir berkata lain. Tullah lebih dulu dipanggil Sang Pencipta. Semoga Rahmatullah diberi tempat yang terindah di sisi Allah. (Lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here