Pertemuan Cendekiawan Bugis Makassar Dasari Jejak Monumental Pengurus KKSS

0
51

PINISI.co.id- Pengurus dan Panitia Pelaksana Pertemuan Cendekiawan Bugis Makassar (PCBM) Pertama Tahun 2020 telah menggelar sebuah hajatan internasional secara online (webinar) selama dua hari, 27-28 Juni 2020, diikuti oleh hampir seribuan peserta, terbagi dalam empat rumpun ilmu atau kajian.

Bermula, di ujung Ramadan akhir Mei 2020, Ketua Umum Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP KKSS) Muchlis Patahna membentuk Panitia Halal Bihalal dan Pertemuan Cendekiawan Bugis Makassar (PCBM) Pertama Tahun 2020. 

Tak lama kemudian, Muchlis mendaulat Wakil Ketua Umum Prof. Dr. Awaluddin Tjalla, yang membawahi Departemen Kecendekiawan sebagai Ketua atau Koordinator PCBM dan  M. Saleh Mude ditugaskan sebagai Sekretaris. 

Awalnya kedua hajatan akbar ini ingin dirangkaian dengan Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) ke-20 tapi karena sesuatu hal, Pengurus KKSS yang membidangi PSBM tidak jadi ikut bareng Panitia PCBM.  

Panitia pun bekerja cepat dan tepat, rapat maraton hampir tiap malam secara online menyiapkan segal hal, mulai membuat struktur dan menyusun kepanitiaan, membagi tugas, mendata dan menghubungi calon narasumber, menyusun, mendesain, mencetak, dan mengedarkan proposal. Hasilnya, fantastik, program hal-hal teknis dapat teratasi dan hampir semua calon narasumber bersedia, walau mereka hanya butuh waktu berpikir dua pekan atau 15 hari. Sebagian mereka telah tampil lengkap dengan materi presentasinya. 

Puluhan Panitia sepakat ketemu offline di Auditorium Teater Lantai 2-3 Gedung Perpustakaan Nasional Jalan Merdeka Barat. Panitia beruntung mendapat fasilitas teknologi modern milik Perpustakaan Nasional. Panitia mengendalikan jalannya Webinar Online dengan memakai empat account (ID) Zoom, empat moderator dan empat host. Semua Panitia Inti bekerja maksimal, sesuai tupoksi masing-masing. Haslinya lancar dan sukses, banyak dipuji orang. 

Tentu masih terdapat berbagai kekurangan. Setelah Sesi Webinar Hari Pertama usai, panitia berkumpul mengevaluasi dan malamnya, dan kembali bertemu online (memakai aplikasi zoom), membahas hal-hal teknis agar di esoknya pada hari Kedua dapat lebih baik dari hari Pertama. Hasilnya pun kelihatan. Semuanya lancar. 

Di ujung Hari Kedua, Panitia, diwakili Koordinator, Awaluddin Tjalla sepakat Pengurus BPP KKSS, Ketua Umum, Muchlis Patahna merumuskan dan menandatangani “Kode Etik Cendekiawan Bugis Makassar”, terdiri dari lima poin. Kode Etik PCBM ini akan dipublish jika dinilai sudah sempurna pada momen yang tepat,” kata Muchlis Patahna.  

Ini adalah jejak pertama Pertemuan Cendekiawan Sulawesi Selatan (PCBM). Ini adalah sejarah besar nan indah dalam ber-KKSS bagi sebagian pengurus dan aktivis KKSS. 

Menurut Sekretaris Panitia PCBM Saleh Mude, ini adalah salah satu hikmah di ujung masa ganasnya pandemi Covid-19, yang menuntut kami harus banyak bertemu secara online, jika pun harus bertemu offline (kopi-darat), kami harus mematuhi protokol kesehatan, menjaga jarak,” kata Saleh. 

Dan seluruh panitia mengucapkan terima kasih kepada BPP KKSS atas kepercayaan ini. [Fen]  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here