Perlawanan Rakyat Pulau Rempang

0
565
- Advertisement -

Catatan Andi Wahida Tn Guru Sulaiman

KETIKA pecah perlawanan rakyat di Pulau Rempang Batam melawan aparat, saya teringat Raja Ali Haji Fii Sabilillah, keturunan dari Opu Daeng 5 bersaudara.

Keturunan dari Opu Daeng ini dari Raja Ali Haji itu sekian abad silam berdiam di wilayah Kepulauan Riau dan beranak keturunan di negeri Melayu itu.

Opu Lima bersaudara itu berasal dari Bugis Wajo – Luwu adalah cucu dari La Maddusila Matinroe ri Polka Pajung Luwu ke 19 tahun 1704, keturunan dari La Pattiware Pajung Luwu ke XVI dan La Maungkace To Uddamang Matinroe ri Kanana Arung Matowa Wajo.

Raja Ali Haji itu dikenal sebagai sastrawan Melayu pencipta Gurindam 12 dan dianugerahi sebagai Pahlawan Nasional.

- Advertisement -

Apa Tindakan Negara

PERLAWANAN rakyat Rempang atas kedzoliman penguasa yang merampas hak – hak mereka tidak bisa lagi dibiarkan terjadi dimana mana untuk kepentingan kapital investasi asing atau apapun itu namanya.

Rakyat negeri yang tak berdaya itu mestinya Negara/pemeritah melindungi hak kehidupannya, bukan justru menjadi khianat dengan sesama anak bangsanya. Pemerintahan apa seperti ini.

Sudah waktunya melakukan Perlawanan Rakyat Semesta, setelah sekian abad dilakukan Apati Geni ( mematikan Api ) Dawuh Sunan Bonang. Saatnya Sumurupen Geni ( menghidupkan kembali bara api itu ).

Nyali perlawanan ini diperlukan karena Negara/ Pemerintah tidak lagi amanah untuk melindungi hak – hak rakyatnya.

Pemerintah lebih berpihak pada kepentingan kapitalis yang semakin mencengkeram kehidupan rakyat.

Negara membiarkan antara sesama anak bangsa/takyat berhadap hadapan akibat diabaikannya hak – hak mereka di Pulau Rempang.

Apa respon tindakan Negara … lalu Negara sebenarnya
mengurus apa dan siapa ?

Wajo, 11 September 2023.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here