Mengurai Jejak Genetis Bugis Makassar Perekat Etnis Nusantara

0
1000
- Advertisement -

Kolom Fiam Mustamin

BAGAIMANA menguraikan pembenaran judul tulisan tersebut.

Unsur referensi apa saja yang mendasarinya.

Paling kurang kita dapat merujuk ketiga hal yang menjadi karakteristik suku Bugis Makassar sebagai perantau,
pelaut/pelayar, petualang penjelajah yang mencari daerah baru yang bisa menjadi sumber penghidupan yang mapan.

Etnis Bugis Makassar memiliki habitat Megratoris dari satu tempat ke tempat yang lain, seperti digambarkan epos sastra klasik La Galigo.

- Advertisement -

Sebagai pelayar yang menguasai sarana transportasi laut untuk melakukan perniagaan antarpulau dan bahkan antar negara.

Siapakah Leluhur yang Telah
Merintisnya.

DARI bacaan pustaka, leluhur Bugis Makassar yang telah melakukan migrasi di abad ke15/20, kaum bangsawan Gowa dan sekutunya ( Luwu, Mandar dan Wajo) yang menolak perjanjian Bungaya melanjutkan perjuangan peperangan ke beberapa daerah antara lain seperti ke Semenanjung Malayu, Syech Yusuf memperkuat Sultan Tirtayasa di
Banten.

Karaeng Galesong, Karaeng Bonto Marannu, I.Fatimah Daeng Takontu, Karaeng Naba leluhur tokoh pergerakan Boedi Oetomo Dr Wahidin Seoediriohusudo di Madura dan Jawa/Mataram.

Opu Daeng Rilakke bersama 5 orang putranya ke negeri Melayu, Sumatera dan Kalimantan untuk menjalin kekerabatan dengan Raja/Sultan.

Lalu di Betawi sendiri moyang leluhur mereka berasal dari etnis Bugis Makassar di antaranya Datuk Tonggana, Datuk Merah, Datuk Giong dan Datuk Ibrahim. Pejuang Pangeran Jayakarta dan pergerakan Muh Husni Thamrin.

Pertalian kekerabatan antara kerajaan di nusanrara dan hubungan perkawinan campuran (mixed blood) menjadi perekat kekerabatan.

Kesemua itu, perlu dilakukan pengkajian/penelusuran yang lebih akurat untuk dituliskan menjadi sebuah buku sebagai pustaka sejarah dan budaya.

Menjadi perekat Kekerabatan dan
Kesatuan Kebangsaan untuk generasi ke generasi demi tetap utuhnya merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Hal ini perlu dilakukan untuk memperkuat keberadaan paguyuban KKSS di seluruh daerah dan manca negara menjadi perekat etnis dan kebangsaan.

Ini sebagai upaya kita untuk meredam setiap gejolak sentimen etnis/kerusuhan rasial yang sering dialami oleh warga KKSS di perantauan yang dijadikan motivasi sumber kecemburuan sosial,
karena kurangnya pemahaman yang mudah diprovokasi untuk tujuan politik tertentu oleh kelompok oportunis.

Hampir seluruh wilayah/daerah KKSS memiliki hubungan sejarah dan emosional kultural dengan leluhur warga asli tempatan.

Karena dengan semangat dan kesadaran itu pula, didirikan paguyuban kekerabatan KKSS 12 November 1976 untuk merawat semangat nilai/ininnawa Pangadereng /Pangadakkang dengan harkat dan martabat etnis Bugis Makassar.

Beranda Inspirasi Ciliwung 8 Mei 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here