Lewat Gerakan Berbagi, Jumrana Salikki Menggugah Solidaritas Bersama Menghadapi Pandemi

0
300
Sejumlah warga di sekitar Kantor KKSS Pusat menerima bantuan sembako berupa beras dan telur dari pengurus BPP KKSS, pekakn lalu.

PINISI.co.id- Di tengah pandemi Covid-19, pemerintah di wilayah Jabodetabek mulai Rabu, 14 April 2020 ini, memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang membuat sebagian besar warga masyarakat berdiam di rumah. Terutama pekerja sektor informal sangat merasakan dampak dari pembatasan ini, karena tak bisa mencari nafkah harian guna memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.     

Merespon hal itu, Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi dalam Program Koalizi (Komunitas Literasi Gizi) kerjasama dengan Departemen Kesehatan BPP Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) mengadakan diskusi virtual dengan tajuk “Membangkitkan Solidaritas di Tengah Pandemi”, yang dipandu Hasanuddin S.IP, M.AP, Senin, (13/4/2020).

Menurut penggagas Gerakan Berbagi, Jumrana Salikki, pemenuhan kebutuhan paling dasar manusia adalah beras. Beras  merupakan simbol kebutuhan akan makanan.

“Dengan terpenuhinya kebutuhan makan masyarakat, banyak hal yang dapat diperkecil keburukannya. Minimal dapat mengantisipsi kemungkinan terjadinya keresahan sosial,”  kata Jumrana, yang juga Wakil Ketua Umum KKSS.

Lebih lanjut, Jumrana mengingingatkan betapa pentingnya kolektifitas dalam menghadapi pandemi ini. “Dalam situasi yang tidak menentu ini, perlu dibangun kesadaran kolektif antarsesama, karena pandemi belum diketahui kapan berakhirnya” tutur Jumrana.

Disampaikan Jumrana, bahwa menjadi kewajiban semua warga negara untuk bekerjasama dan tidak membiarkan pemerintah menyelesaikan masalah ini sendiri, setiap warga mestinya mengambil peran.        

Karena itu, Jumrana mengajak pada setiap orang yang mampu untuk mengambil peran dengan berbagi minimal beras dan telur untuk masyarakat yang daya belinya hilang karena pandemi ini.

Sementara itu, akademisi dan praktisi dr. Tirta Prawita Sari, M.Sc., Sp.GK, menyatakan banyak orang kehilangan kemampuan mengakses atau membeli makanan. Tentu ini akan berimbas pada kebutuhan gizi yang dapat meningkatkan imun tubuh.  

Tirta memberikan tips bagaimana mendapatkaan atau mempertahankan imun seseorang. “Bagi yang memiliki kebiasaan merokok, segera hentikan, dan jaga pola tidur jangan begadang,” tegasnya.

Dua hal itu, kata Tirta, jika disiplin melakukannya maka imun tubuh akan terjaga. Faktor luar juga dapat men-triger turunnya imun, salah satu adalah stress.

Ia pun merokomendasikan bahwa kurangi sebesar mungkin faktor luar yang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, maka kurangi merokok, tidur yang cukup, dan hindari stres. Ini dapat membantu menjaga imun tubuh. [Lip]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here