Kuliah Online Mengurangi Mutu Proses Belajar Mengajar

0
470
Prof. Dr. Amsal Bahtiar

PINISI.co.id- Kasus virus corona,  pandemi Covid-19 membuat berbagai sistem kehidupan negara dan masyarakat  terganggu. Bukan hanya aktivitas ekonomi yang  terguncang, hampir di semua sektor harus ditata yang semua difokuskan untuk menghindari virus asal negara tirai bambu ini.

Salah satu yang terkena dampak virus mematikan ini adalah bidang pendidikan. Sejak virus ini menyebar di negara kita semua aktivitas pendidikan diliburkan. Kebijakan ini berlaku untuk semua tingkatan dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Agar kegiatan belajar tidak terhenti seratus persen pendidikan dilakukan secara online melalui internet.

Dengan demikian saat ini penggunaan gawai dan laptop menjadi penting untuk kegiatan belajar-mengajar antara guru dan murid dan dosen serta mahasiswa.

Dari beberapa pengamatan terlihat metode baru proses belajar-mengajar menggunakan media online ini  cukup  membuat repot, terutama para ibu rumah tangga yang anaknya duduk di bangku SD. “Saya harus bertanya berulang-ulang pada teman karena tidak paham penggunaan macam -macam istilah di hp  ini,” ujar Evi Herawati, ibu rumah tangga yang anaknya kelas 1 SD. 

Sementara itu untuk lingkungan perguruan tinggi, menurut Prof. Dr. Amsal Bahtiar, kuliah online secara darurat dapat menggantikan kuliah tatap muka.  “Saya juga melakukan kuliah online, dan dapat dilakukan dengan baik,” jelas Amsal Bahtiar Pengajar Filsafat Islam dan Filsafat Islam Tematis di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Ciputat kepada PINISI.co.id.

Menurut Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Agama dan Keagamaan Kemenag RI 2017-2020 ini, dalam suasana darurat metode tatap muka dapat  menggunakan Zoom Cloud Meeting, Google Meeting atau Umeetme. Ini adalah semacam metode tele confreence, yaitu tatap muka secara langgung menggunakan media elektronika.

Menurut Amsal Bahtiar yang juga Direktur Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan  Islam 2015-2017 kasus Covid-19 dengan diliburkannya kegiatan belajar mengajar memang mengurangi kualitas perkuliahan. “Contohnya kegiatan praktikum tidak bisa digantikan dengan online,” paparnya.

Bagi Amsal Bahtiar situasi karena wabah virus corona perkuliahan tidaklah diliburkan, hanya digantikan oleh kuliah online. “Mahasiswa harus tetap membuat laporan. Kuliah online sampai satu smester. Ujian juga secara online. Yang sulit adalah ujian online karena harus dapat dipertanggungjawabkan dan tidak nyontek,” pungkas mantan Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum UIN Ciputat ini.

[Arfendi]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here