Kisah I Cuncung Pene, Wanita Bugis Mencari Jodoh Dilantunkan Dengan Kecapi

0
1121
- Advertisement -

Kolom Fiam Mustamin

KEKAYAAN khazanah budaya Sulawesi Selatan ini dapat dilihat dari beberapa unsur antaranya dari instruman musiknya.

Musik petik dari kecapi dan gambus. Musik gesek dari biola dan kerek-kerek gallang serta musik tiup seruling dan puik-puik.

Sastra klasik lisan tutur
I Lagaligo tentang asal mula ciptaan manusia dari Batara Guru dan Tomanurung dan seterusnya berketurunan. Hingga keberadaan isi bumi / ale kawa dan alam bawah bumi/ bori liu.

Sastra dari cerita rakyat itu ada yang menginspirasi digubah menjadi lirik lagu-lagu seperti judul itu, Kisah I Cuncung Pene, Wanita Bugis Perawan Mencari Jodoh.

- Advertisement -

Video musik kecapi itu disher oleh saudara Firman Bintang, produser film.

Lirik lagu yang yang mendalam maknanya ditemukan pada Ati Raja, Serrea Ambori Passere Batara, Tena Ruanna, Bulu Alauna Tempe, Indo Logo, Sajang Rennu dan lain-lain.

Tutur Kisah Jadi Lagu.

TONTONAN pakacapi ini cukup populer dan akrab di komunitas Bugis khususnya di daerah Sidrap, Soppeng, Wajo dan Ajatappareng (Barru, Pare Pare dan Pinrang).

Mengapa diakrabi?

Hiburan rakyat yang dilagukan / dinarasikan dari kisah-kisah sosial kehidupan masyarakat.

Dilantukan dengan cair seperti berlagu dan bercerita dengan style humor, terkadang pakacapi menjawab yang menjadi penasaran dari pendengarnya.

Pertujukan kecapi itu sesungguhnya sebuah teater di arena terbuka yang melibatkan penonton pendengarnya.

Ada pemeran penutur dan pemain kecapi yang diperankan seorang dan ada penonon pendengarnya.

I Cuncung Pene, mengadukan kesedihannya ke bundanya bahwa tetangganya, adiknya dan neneknya pun sudah kawin, apa kurangnya ia dibanding dengan mereka itu dari soal kecantikan.

Lalu ibu yang sayang anak, memandunya pergi bertanya ke sanro/orang pintar membaca tanda-tanda di badan / tahi lalat di kota Soppeng.

Sanro itu membaca semua tanda yang terbungkus di badanya dan menemukan tanda yang sangat dihindari oleh lelaki, karena itu kemudian I Cuncung pun putus asa dan membuang diri sampai pada
sebuah sungai besar dan berdialog dengan penjaga sungai itu / punana uwae.

Apakah ia bersedia memangsanya, untuk mengakhiri kehidupannya, katanya. Sang penjaga sungai tidak sembarangan memangsa sebelum mengetahui riwayat calon yang akan dimangsanya.

Akhirnya sang bunda kembali membekali pesan kepada anak gadisnya dengan mantera bertuah, pesan ri Anging namanya untuk menghadirkan lelaki yang akan berjodoh dengan putrinya.

Apa yang terjadi …?
Hadir seorang kakek bertongkat dan berkacamata hitam berjalan mengelilingi bukit untuk menemui keberaadan sang gadis I Cuncung.

Lelaki tua yang nampak perlente itu terjatuh kekelahan dan meninggal, sebelum menemui yang dirindukan dari pesan ri angin itu. Tragis. Selesai ceritanya.

Legolego Ciliwung
13 Februari 2023.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here