Ketua Umum DEIT AS Sampetoding Turun Tangan Bantu Korban Gempa Sulbar

0
270

PINISI.co.id- Ketua Umum DEIT (Dewan Ekonomi Indonesia Timur) Annar S.Sampetoding turun tangan membantu para korban gempa bumi yang melanda Sulawesi Barat, Kamis (14/1/21)

Hingga pukul 20.00 WIB, Sabtu (16/1/21) korban gempa bumi di Sulawesi Barat yang meninggal 42 dengan rincian 34 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan delapan orang di Kabupaten Majane. Dan jumlah pengungsi mencapai 15 ribu orang.

Mengatasi masaalah kekurangan air minum, BBM, pamadaman listrik, dan evakuasi korban yang terhimpit pada sejumlah renruntihan bangunan, Sampetoding  mengatakan masyarakat yang telah menjadi korban gempa bumi sangat menderita.

Karena itu Sampetoding memerintahkan kepada semua keluarga besar DEIT yang ada di Sulawesi Selatan dan Sulbar segera turun tangan meringankan beban derita masyarakat Mamuju dan Majene..

Terkait dengan adanya bencana  gempa ini, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia segera turun tangan dan menggandeng DEIT (Dewan Ekonomi Indonesia Timur) Perwakilan Sulawesi Barat di Mamuju untuk bekerjasama menyalurkan bantuan kepada pengungsi. Aneka barang bantuan untuk keperluan pengungsi telah disalurkan.

“Karena ada bencana di Sulawesi Barat ini, Tzu Chi Indonesia segera kirimkan bantuan untuk para korban gempa. Kita memberikan apa yang mereka butuhkan, khususnya di pengungsian,” kata Joe Riadi, Ketua Tim Tanggap Darurat (TTD) Tzu Chi Indonesia.

Seperti diketahui, pengiriman bantuan untuk korban bencana dilakukan kerjasama dengan pihak TNI. Adapun jenis barang yang diberikan Yayasan Buddha  Tzu Chi Indonesia adalah  1. Selimut (1.000 pcs), 2. DAAI Mi (1.000 dus) 3. Sarung (2.000 pcs)., 4. Masker medis (100.000 pcs), 5. Obat-obatan (tolak angin 170 box, temu lawak tablet 432 box), 6. Tenda komando (7 unit), 7. Air mineral (300 dus), 8. Tikar (1.200 pcs).

Mulai Minggu (17/1.21) DEIT Sulbar akan menyalurkan lagi baju APD (Alat Pelindung Diri) sebanyak 3000 pcs. Persediaan yang ada di Mamuju diinformasikan mulai menipis persediaannya. Untuk memaksimalkan bantuan kepada pengungsi, DEIT menambah  Posko Dapur Umum yang bertugas memenuhi kebutuhan pokok makan dan minum pengungsi. Letaknya di kantor DEIT yang terletak di Jalan Pattimura No.28 Puncak Mamuju.

Sumber dari salah seorang pengurus DEIT menyebutkan, semua anggaran dana untuk kelengkapan bantuan itu, kurang lebih 450 juta tahap awal ini  bersumber dari kantong pribadi Ketum DEIT. Mengingat sikonnya sangat darurat, pengurus DEIT belum sempat membuka rekening sumbangan bagi donatur.

Ketika dikonfirmasi kepada Ketum DEIT mengenai langkahnya mendanai dulu, hanya diperoleh jawaban singkat, semuanya dilakukan semata-mata atas dasar tulus dan ikhlas.

Dalam waktu singkat DEIT akan membuka “Dompet Kemanusiaan” dengan mengajak para pengurus dan anggota DEIT seluruh Indonesia untuk menjadi donatur. Tidak tertutup kemungkinan akan banyak pengusaha besar dan dermawan dari kawasan Timur Indonesia ikut menyumbang. Namun mengingat kondisi perekonomian yang lagi mandek akibat Covid 19, tentunya semuanya berangkat dari kerelaan calon penyumbang.

Sebagai penanda Posko  Kemanusiaan DEIT, di depan kantor dipasang tenda biru. Ternyata pada hari pertama ada kurang lebih seratusan orang yang ditampung dan difasilitasi dengan makanan dan minuman. Tim Relawan Kemanusiaan DEIT Sulbar telah mengumumkan  kepada semua pengungsi korban gempa, akan diberikan pelayanan makan dan minum gratis. Sebagai komandan Posko ditunjuk Fachrudin Kasim yang sehari-harinya adalah Ketua DEIT Sulbar. Wartawan senior itu tidak jarang merelakan ruangannya di kantor dipakai pengungsi. Sedangkan dia sendiri memilih tidur di atas mobilnya.

Momentum kerjasama antara DEIT dengan Yayasan Buddha Tsu Chi sudah dimulai ketika terjadi penyerahan bantuan penanganan Covid-19 di Sulawesi Barat oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia di kantor perwakilan Makassar, 24 September lalu. Ketika itu bantuan untuk penanganan Covid-19 ini diterima langsung oleh Ketua Umum DEIT,. Sampetoding dari Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Perwakilan Makassar, Soandy Gozal. Bantuan tersebut berupa pakaian medis APD (hazmat), ratusan alat rapid test, pelindung mata, sarung tangan serta ratusan obat linhua telah  dikirim ke Sulbar. (AA, ceknricek.com) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here