Ketua KKSS Papua Mansyur Diterima Wakil Presiden

0
89
Ketua BPW KKSS Papua Dr. Mansyur (kanan).

PINISI.co,id — Tadi pagi , (11/10/19) Dr. Mansyur M, MM, bersama ketua/perwakilan paguyuban perantau di Papua asal Minang, Jawa-Madura, Pengurus Masjid Raya Papua, dan KKSS diterima oleh Wakil Presiden M. Jusuf Kalla, untuk memberikan laporan tambahan tentang situasai terakhir pasca-kerusuhan di Wamena, dan kondisi di pengungsian perantau di kota Sentani, Papua.

“Saya dan kawan-kawan berdinas ke Jakarta karena dipanggil oleh Bapak Wakil Presiden dan difasilitasi dan didampingi oleh Pak Muchlis Patahna,” kata Mansur kepada PINISI.co,id.

Mansyur adalah Ketua BPW KKSS Papua yang berprofesi sebagai Aparat Sipil Negara (ASN) dan mengelola puluhan lembaga pendidikan di bumi Cenderawasih. “Saya ini mengelola 5 perguruan tinggi dan 222 sekolah TK hingga SMA-SMK. Terdiri dari 7223 guru dan dosen di Papua dan Papua Barat. Yayasan Pendidikan Islam (YAPIS) saya adalah yang terbesat ketiga di Papua, setelah Yayasan Pendidik Kristen dan Yayasan Pendidikan Persekolahan Katolik.

Ingin Papua Damai

Mansyur dilahirkan di Sinjai, 1965 dari pasangan Massaniga dan Syamsiah; anak kedua dari tujuh bersaudara; memperistri gadis pilihannya dari Pemalang, Jawa Tengah, dan memiliki dua anak. Mansur menyelesaikan pendidikan dasarnya di Sinjai, SMP dan SMEA di Bulukumba. Meraih gelar sarjana hukum di Akademi Hukum Nasional dan master manajemen di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, dan doktornya di Universitas Tun Abdul Razak, Kuala Lumpur.

Ia mulai menginjakkan kakinya di bumi Papua, tahun 1989, 31 tahun lampau karena diterima sebagai ASN/PNS di Kementerian Dalam Negeri, ditempatkan di Pemda Provinsi Papua. Profesi sebagai ASN dilakoninya hingga hari ini, di samping aktif di organisasi sosial. Mansur kini adalah Ketua BPW KKSS Provinsi Papua. Sebelumnya ia dipercaya sebagai Ketua BPD KKSS Jayapura, Papua dan Ketua Tim Sukses M. Jusuf Kalla pada pilpres 2004, 2009, dan 2014 untuk wilayah Papua.

Mansyur berharap setelah melaporkan situasi terakhir di Papua, ada solusi dari pemerintah pusat dan daerah agar perantau dan penduduk asli Papua kembali hidup rukun, damai, dan saling bersinergi membangun bumi Papua dan Indonesia. 

[M. Saleh Mude]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here