HUT TNI: Pesan Seorang Tentara Menjelang Kematian

0
169

Kolom Bambang Oeban

Nak,
jika cita-citamu mau jadi tentara, jangan cuma karena keinginan, biar terlihat gagah dan tegap pakai seragam, berpangkat di pundak, bersenjata di pinggang, membuat orang takut padamu, bukan itu! Tapi kamu harus jadi tentara yang berbudi pekerti, rendah hati, disegani, disenangi  dan selalu bersikap melindungi, musuh pantang dicari, kecuali harga dirimu mau dibeli, wajib dibela, jangan pernah takut mati sebab jiwaragamu abdi negara sejati.

Nak,
jika cita-citamu tetap mau jadi tentara, kamu harus membaca: hafal di luar kepala dan menghargai sejarah, agar paham tentang perjuangan di masa lalu, sampai terbentuknya tentara, jangan sampai kamu dicap cuma setengah tentara karena buta sejarah tentara!

Tentara Nasional Indonesia dibentuk lewat perjuangan bangsa untuk mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Belanda yang ingin kembali berkuasa menjajah Indonesia dengan kekerasan senjata.

Dulu,
Tentara Nasional Indonesia merupakan organisasi  bernama Badan Keamanan Rakyat, lalu pada 5 Oktober 1945, menjadi Tentara Republik Indonesia.

Di masa-masa mempertahankan Kemerdekaan Indonesia, banyak rakyat membentuk laskar-laskar perjuangan sendiri atau Badan Perjuangan Rakyat,
dan Upaya dari pihak pemerintah Indonesia menyempurnakan tentara kebangsaan terus berjalan, sambil bertempur dan berjuang untuk menegakkan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa.

Untuk mempersatukan dua kekuatan bersenjata: Tentara Rakyat Indonesia sebagai tentara regular dan badan-badan perjuangan rakyat, maka pada tanggal 3 Juni 1947 Presiden Soekarno mengesahkan berdirinya Tentara Nasional Indonesia secara resmi.

Setelah Konferensi Meja Bundar pada bulan Desember 1949, Indonesia yg berubah menjadi negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat. Sejalan dengan itu maka dibentuk pula Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat, yag merupakan gabungan antara TNI dan KNIL.

Pada tanggal 17 Agustus 1950, Republik Indonesia Serikat dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negara kesatuan, sehingga Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia.

Pada tahun 1962, dilakukan upaya penyatuan antara Angkatan Perang dengan Kepolisian negara menjadi sebuah organisasi yang bernama Angkatan Bersenjata Republik yg Indonesia/ ABRI.

Penyatuan satu komando ini dilakukan dengan tujuan untuk mencapai tingkat efektivitas dan efisiensi dalam melaksanakan perannya dan menjauhkan pengaruh dari kelompok politik tertentu.

Pada tahun 1998 sehubungan terjadi perubahan situasi suhu politik di Indonesia,  berpengaruh  terhadap keberadaan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia, bahwasannya pada tanggal 1 April 1999, Tentara Nasional Indonesia dan Polisi Republik Indonesia secara resmi menjadi institusi yang berdiri sendiri, sebutan ABRI sebagai tentara dikembalikan menjadi TNI, sehingga Panglima ABRI menjadi Panglima TNI.

Nak,
jika cita-citamu
mau jadi tentara, tekadkan bulatmu jangan separuh hati, ingat pesan Panglima Besar Jenderal Sudirman :
Tunaikan Sumpah dan tugas kewajiban sebagai prajurit Negara Republik Indonesia, yang sanggup menjamin keamanan dan keselamatan nusa dan bangsanya !

Nak,
jika kamu cita-cita mau jadi tentara, tak bisa dirubah sampai mati, tetaplah atasnama warga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bersendikan Pancasila, para Patriot Indonesia, pendukung serta pembela Ideologi Negara yang bertanggung jawab dan tidak mengenal menyerah, Para Kesatria Indonesia, yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta membela kejujuran, kebenaran dan keadilan, Para Prajurit Tentara Nasional Indonesia, adalah Bhayangkari Negara dan Bangsa Indonesia, Para Prajurit Tentara Nasional Indonesia, memegang teguh disiplin, patuh dan taat kepada pimpinan serta menjunjung tinggi sikap dan kehormatan Prajurit, Para Prajurit Tentara Nasional Indonesia, mengutamakan keperwiraan di dalam melaksanakan tugas, serta senantiasa siap sedia berbakti kepada Negara dan Bangsa, Para Prajurit Tentara Nasional Indonesia, setia dan menepati janji serta Sumpah Prajurit.

Nak, jika cita-citamu mau jadi tentara, menjadi harga mati, taat setialah berbakti dan mengabdi kepada orangtua, agama, nusa dan bangsa !

HM. JOS SOETOMO,
atasnama Keluarga Besar
Forum Kebangsaan Kalimantan Timur
mengucapkan :

Selamat Hari Jadi Tentara Nasional Indonesia 1945 – 2023.

Harkat Martabat Negara Bertambah Kuat dan Dahsyat,  ada pada Hati Nurani Para Prajurit Bermental Pancasila Yang Sehat dan Hebat !

Dari Timur Bekasi
Selasa, 3 Oktober 2023

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here