Bisnis Hotel Jaenal Mappe Rambah Makassar dan Jakarta

0
86
Pemilik Hotel Arthama, Jaenal Mappe (dua kiri) tengah mengarahkan karyawannya.

PINISI.co.id — Berbisnis hotel bukan perkara mudah lantaran pengusaha harus bersaing dengan hotel-hotel yang sudah punya nama dan sudah lebih dulu eksis. Pemain lokal dan asing saling beradu strategi untuk menarik konsumen. Hanya pengusaha yang memiliki naluri tajamlah yang mampu bertahan dan bahkan melakukan ekspansi.

Buat Jaenal Mappe tantangan itu merupakan peluang. Sebagai pendatang baru bisnis hotel di Makassar, Ketua BPW KKSS Gorontalo itu, semula dicibir lantaran dianggap tidak punya latar belakang perhotelan. Lebih-lebih di kota Makassar sudah sesak oleh hotel-hotel dengan branding kuat. Tapi di mata Jaenal, semua kelas hotel sama, yang lokal, nasional maupun yang waralaba. “Dalam berbisnis kita harus ‘merampas bola’, harus punya keberanian menangkap peluang, kalau tidak, peluang direbut orang lain,” katanya. 

Ia kemudian membangun hotel Arthama, berlantai 21 dan berbintang 4. Letaknya di kawasan strategis dekat dengan kawasan pantai Losari. Lewat sistem dalam jaringan (online), hotel Arthama menyasar pada konsumen yang melek teknologi membuat tingkat huniannya 80%. Pesaingnya terhenyak dan balik belajar kepada Jaenal.

Jaenal kini memiliki berbagai bidang usaha bisnis yaitu Mall Karsa Utama, supermarket, departemen store, distributor, properti, perhotelan, dan restoran.

Jaenal kini menjelma menjadi salah satu saudagar Bugis yang mulai merambah ibukota, Jakarta, di bawah bendera perusahaan-perusahaan tersebut di atas. Selain hotel memiliki hotel Arthama di Makassar, ia juga mendirikan hotel yang sama di Jalan Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Jaenal adalah pengusaha murni perorangan yang memiliki prinsip “masa orang lain bisa, saya tidak bisa.”

Kiat sukses Jaenal adalah memanfaatkan setiap peluang dan kesempatan yang ada tanpa ragu-ragu, dan kini telah memiliki lebih dari 600 karyawan, mulai dari Gorontalo, Makassar, dan Jakarta. Setiap tahun, karyawan yang berprestasi diberikan bonus dan diberangkatkan umrah sampai 10 orang per tahun. Jaenal selalu berupaya agar dirinya bisa berguna kepada orang lain.

Pria kelahiran Sengkang, Sulawesi Selatan, 17 Maret 1960 dari pasangan La Mappe dan I Tellong. Jaenal Mappe memulai usahanya di akhir 1983 di Gorontalo sebagai paggandeng kampilo bermotor dari satu pasar kampung ke pasar kampung lainnya tanpa mengenal lelah.

Berbagai upaya dan ihktiar dilakukannya demi memajukan bisnisnya. Pengalaman di lapangan, nalurinya yang tajam membaca peluang, dan kemauannya untuk terus belajar dari kesalahan dan kegagalan menjadi tempaan hingga membuatnya menjadi seorang saudagar yang terpandang.

[Lip]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here