Bambang Oeban: Bamboe Transformasi dan Stop Youtuber

0
181
Seno, Bambang Oeban, Fiam Mustamin.

Oleh Fiam Mustamin

Salam bamboe transfornasi 

Assalamu’alaikum Wr. Wb Salam sejahtera Syalom Om Suasti Astu Namo buddhaya Salam Kebajikan

Begitulah narasi pembuka channel  akun Youtube seniman dan budayawan Bambang Oeban (BO). 

Melihat dan mendengar laku BO ini cukup menjelaskan siapa sesungguhnya sosok tokoh sang penyair dan aktor teaterawan yang penuh pesona penampilannya. 

Gerak tubuh dan vokalnya menggelegar memukau.

Senen pagi, BO mengabarkan dari Bogor menuju ke rumah Condet kampung Kramat yang baru saja terendam banjir setinggi batang leher. 

Kedatangan sahabat budayawan sehebat itu, perlu penulis sambut dengan kebiasaan yang menyenangkannya antara lain menyedukan kopi yang dimasak lalu disimpan di teko dengan gula yang terukur.

Teko disimpan di atas meja kecil dengan gelas kosong, air putih dan asbak rokok dan korek apinya di teras yang berserakan dengan buku-buku yang sedang dikeringkan dari lumpur banjir. 

Setelah itu penulis berbaring santai di kursi panjang menyongsong kedatangan sahabat yang tidak pernah diam dan sepi dengan gagasan kreatifnya.

Waktu dzuhur muncullah sosok BO dengan penampilan khasnya: berkain sarung, kaus oblong hitam, rambut panjang putih ikal dan jenggot yang dikuncir dengan dua tas kecil seperti hand propnya. 

Di teras itu, BO sang seniman yang multitalenta, anak Berngkel Teater WS Rendra itu bercerita tentang dunia maya Youtuber dan presenter Deddy Corbuzier, keberadaan rekrutmen Anggota Sensor Film, Eksistensi Organisasi Profesi Pemain Film (Parfi) dan Hari Film Nasional.

Script/Naskah Tak Tertulis

Gaya dan cara BO menjelaskan kehendaknya dengan bercerita penuh tawa dan renungan pada apa yang sedang menjadi perhatiannya.

Secara tidak langsung BO sudah mengantar konsep kedatangannya yang dalam ilmu seni peran dalam fase pendalaman tema dan penokohan peran disebut script conference.

Sepanjang petang itu kegiatan adalah bercerita dan berdialog dengan topik tersebut di atas.

Sesekali melihat ruangan yang akan diset untuk perekaman gambar (shooting). Memilih setting di ruang tidur sebuah dipan/kursi kayu dengan meja kecil, kursi roda, tongkat dengan aksesoris/properti yang umum, yang bisa bermakna fungsional dari karakter pelaku dalam set itu.

Setting ini dan pemasangan kamera dan lampu dikerjakan hanya oleh BO berdua dengan Seno, asistennya.

Seterusnya mengecek/tes komposisi gambar dalam bingkai/frame kamera, kualitas suaranya dan lain apa yang perlu terekam dalam kamera.

Setelah itu melewatkan waktu shalat Maghrib dan Isya untuk mendapatkan nuasa keheningan dari kebisingan suara-suara yang tidak diperlukan dalam gambar. 

Sebelum masuk set untuk memulai shooting perlu makan malam dengan nasi rames bungkus padang meskipun ditawarkan untuk makan di resto.

Suasana persiapan shooting Youtuber ini menyegarkan ingatan nostalgia puluhan tahun silam sebagai kru pekerja film  bidang profesi scriptman. 

Pukul sembilan lewat baru dimulai shooting dengan tiga konten topik sekaligus : Deddy Corbuzier, Jokowi Amanah Untuk Rakyat dan Kongres Parfi. 

Sosok BO Ini seperti apa yang penulis rasa dan lihat sejatinya menemukan seniman yang total dedikasinya dan profesional, berkarya dengan berencana tidak sekadarnya; tiba masa tiba akal … dan inilah yang mestinya dimiliki oleh para seniman kreatif Indonesia.

Bro .. Bri … Bru … no-Bra …

like, comment dan subscribe … 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here