Aneka Rasa Kedai Terapung di Kali Ciliwung Tengah Kota

0
1011
- Advertisement -

Kolom Fiam Mustamin

APA yang terbayangkan dengan keberadaan sebuah kedai atau kafe terapung itu?

Keberadaan Kedai Terapung diasosiasikan adanya di lepas pantai atau di sebuah danau yang dibuat secara permanen dengan mesin yang menggerakkannya.

Tapi yang di kali Ciliwung ini lebih menyerupai sebuah kedai di atas getek.

- Advertisement -

Getek itu tentu saja bukan lagi dari rakitan bambu tempo dulu, ia dibuat dari rangka besi baja yang tahan dengan benturan arus banjir, dapat ditarik ke pinggir bila air kali pasang (banjir).

Ada Apa Saja di Kedai

DI kedai itu dibangun untuk kapasitas sekitar 30 orang sebagai sarana pertemuan dengan menikmati aneka kuliner khas Betawi khususnya. Selain itu untuk semaraknya kedai dengan nuansa budaya Betawi dapat ditampilkan musik seperti tanjidor dan keroncong.

Lalu siapa yang mesti membuat dan mengadakannya, apa swasta atau pemerintah ?

Idealnya kedai terapung itu menyatu dengan kedai yang sudah ada di bantaran kali tersebut. Pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pariwisata ikut mensuportnya.

Keramaian di Bantaran Kali

ADA dua momentun bersejarah dengan keramaian yaitu 17 Agustusan, Ulang Tahun Kota Jakarta serta Pergantian Tahun Baru yang dirayakan dengan keramaian.

Bantaran kali dapat difungsikan sebagai area alternatif untuk pentas seni dan bazar kuliner.

Dengan kegiatan itu dapat menciptakan apresiasi dan kecintaan pada seni budaya daerah serta menghidupkan Usaha Kecil Menengah/UMKM. Dan sekaligus mengkonsentrasikan keramaian tiap wilayah yang tidak lagi tumplek ke jalan raya atau ke pusat pusat hiburan satu tempat saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here