250 Paket Sembako KKSS Depok Tandas. Sasarannya Janda Sepuh, Pemulung, Tukang Becak, dan Pengangguran

0
1575
Pengurus KKSS Depok Rahmatiah Salikki menyerahkan paket sembako kepada penarik gerobak di salah satu jalan Kota Depok, Minggu, (10/5/20).

PINISI.co.id- Badan Pengurus Daerah KKSS Kota Depok kembali menyalurkan paket bantuan sosial sebanyak 250 paket kepada warga yang rentan miskin.

Menurut Ketua BPD KKSS Depok Dr. Ir. Ridwan, paket sembako selain diberikan kepada warga KKSS yang terimbas Covid-19 juga disalurkan kepada  warga Kota Depok lainnya yang kekurangan. “Pembagian sembako ini merupakan tahapan kedua. Pada tahap pertama kami telah membagikan puluhan paket kebutuhan pokok di Sawangan pada 5 April lalu,” ucap Ridwan.

Menurut Koordinator Posko KKSS Peduli Depok, Muliyana Massadiah, seluruh paket kebutuhan pokok itu didistribusikan ke Kecamatan Sawangan,  Depok 2, Depok Timur, Pancoran Mas, dan Cimanggis. “Adapun isi paket sembako yaitu beras, tepung terigu, gula pasir, bihun, biskuit dan kurma. “Dana ini dihimpun dari warga KKSS Depok,” kata Muliyana.

Pengurus KKSS Depok Rahmatiah Salikki, didampingi dua pengurus lainnya menyusuri sudur-sudut jalan Kota Depok yang tampak lengang pada Minggu (10/5/20). Dengan berkendara mobil, mereka bertiga mendapati warga yang rentan seperti tukang becak, pemulung, penarik gerobak, yang ditemui di jalanan. Sebanyak 25 paket sembako dibagi tandas, selebihnya buat janda-janda sepuh dan warga yang terkena PHK di Kampung Rawa Denok.

“Kami menyalurkan kepada warga yang benar-benar butuh, terutama para janda sepuh, dan pengangguran kodong,” kata Rahmatiah terharu.

Pembagian sembako menurut Penasehat KKSS Depok Ibrahim Rauf, adalah bentuk empati dari pengurus kepada warga yang terpukul akibat pandemi semesta ini. “Meski pun ada warga KKSS Depok yang terdampak wabah, tetapi kita juga tidak boleh melupakan warga Depok lainnya yang memang sedang kesusahan. Kita menyumbang tanpa memandang suku, etnis dan agama,” kata Ibrahim.

Mantan Ketua BPD KKSS Depok ini berharap wabah segera berlalu agar jalinan silaturahim antarwarga KKSS bisa dirajut kembali.

Bersama Bekasi, Bogor dan Bandung Raya, Kota Depok merupakan zona merah penularan wabah Covid-19. Puncak wabah yang diasumsikan terjadi pada paruh Mei ini berlanjut hingga Juni bulan depan.

Ini, kata pembina KKSS Depok Ustad Syamsul Kamar, karena sebagian warga kota Depok kurang disiplin dalam menjalankan pembatasan sosial. “Padahal karantina rumah adalah untuk memutus mata rantai  penyebaran virus,” kata Syamsul geleng-geleng kepala. [Lip]   

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here