Yang Baru dari Makassar, P.Ea.K Lewat Debutnya Feel Free, Hendak Menyapa Dunia

0
408

PINISI.co.id- Anak-anak milenial dan generasi Z di Makassar kadung dikenal sebagai pegiat kreatif di bidang digital, film, sastra dan musik. Meski dikepung pandemi Covid-19, yang sudah berjalan setahun tidak menyurutkan pelaku-pelaku kreatif di kota Daeng itu untuk berhenti berkarya.

“Kita belum mati, harapan itu selalu ada,” ini kata Deny Dhegetz manager kelompok musik P.Ea.K, perpendekan dari Phinisi East Kingdom, yang mengambil basis di Makassar. 

Lewat single pertamanya, Feel Free, kelompokP.Ea.K hendak menyasar segmen yang lebih luas. Pelantar (platform) digital yang mudah diakses kapan dan dari mana saja, salah satu yang melecut P.Ea.K merilis lagu berlirik Inggris.

Menurut Deny, sebagian besar manusia kini waktunya terbuang hanya untuk menyesali bahwa hidupnya sebatas robot, menunggu kematian belaka. Tidak ada lagi semangat membara yang dulu dimilikinya, hingga akhirnya menjalani hidup monoton, kering, dan hampa.

Beranggotakan Rival sebagai vokal dan guitar, Andre si penggebuk drum, dan Noir yang memainkan bass dan synth, lewat lagu Feel Free ini, P.Ea.K ingin menyuarakan ihwal hidup yang tidak linear dan kerontang.

“Kita semua belum mati, masih banyak hal dan ide liar yang masih bisa kita perbuat. Jiwa kita tak akan menua dan kita tidak akan mati dalam penyesalan,’’ sahut Rival seperti seorang filsuf. 

Deny menimpali, lagu Feel Free dituangkan dalam bahasa asing dengan pertimbangan  walaupun tinggal di negara yang berbeda, musik dan manusia adalah universal. Meski pandemi global, lagu ini bisa terkoneksi dengan pendengar di belahan dunia mana pun,” imbuh Deny kepada PINISI.co.id. 

Dengan musik bergenre electronic rock modern yang disusun untuk mencerminkan suasana hati dan balutan distorsi gitar yang melampiaskan perasaan bebas itu, bersesuaian dengan kecenderungan selera  musik era kini. Pesan yang melintas generasi dan zaman. (Aco)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here