Warga Sulsel Mendominasi Talk Show Televisi

0
249
Prof.Dr. Salim Said, yang kerap tampil di ILC sebagai pembicara kunci.

Kolom  Arfendi Arif

Dunia adu gagasan dan pertarungan opini menjadi penting dalam kehidupan kontemporer. Bidang-bidang seperti politik, ekonomi, hukum dan sosial menjadi lahan perdebatan yang menonjol dalam tayangan talk show media elektronik. Mereka yang disebut pakar, pengamat maupun para ahli dan praktisi acap terlibat dalam debat panas saling mempertahankan pendapatnya.

Suatu hal yang menarik adalah diantara para debator itu cukup menonjol para pelakunya warga KKSS khususnya dan Sulawesi Selatan umumnya. Coba saja perhatikan dalam talk show bergengsi Indonesia Lawyer Club yang dipandu Karni Ilyas, hampir dalam setiap topik selalu ada warga Sulawesi Selatan sebagai peserta aktif.  Tak jarang mereka bukan hanya satu orang, bahkan dua dan tiga orang sekaligus tampil dalam satu acara. Dalam acara ILC belum lama ini yang membicarakan soal  O1 dan 02 pada koalisi kabinet  nampak dua tokoh Sulsel yaitu Ali Mochtar Ngabalin dari KSP dan Said Didu mantan Sekjen Meneg BUMN.

Tokoh-tokoh lain yang sering tampil di ILC dan tak asing lagi adalah pakar hukum pidana Andi Hamzah, pakar hukum tata negara Irman Putra Sidin, pakar hukum Zainal Arifin Mochtar, Akbar Faisal, Supratman Andi Agtas, Ilham Bintang, Fahri Hamzah yang masih berdarah Bugis Mandar. Biasanya diskusi dikunci oleh Salim Said, guru besar ilmu politik dan mantan wartawan majalah Tempo.

Andi Hamzah adalah pakar yang sering hadir dan diperlukan pandangannya dalam soal-soal hukum, UU revisi KPK dan lainnya. Zainal Arifin Mochtar dari UGM, yang juga pakar hukum termasuk yang paling sering tampil di ILC. Beberapa nama lain yang sebelumnya juga pernah meramaikan forum ILC adalah Amir Syamsuddin, Nurdin Halid, Ibnu Munsir, Syarif Hasan, Syarifuddin Sudding, hingga Rizal Mallarangeng.

Dalam debat dan acara talk show itu memang nampak posisi dan keberpihakan masing-masing warga KKSS. Ada yang karena posisi dan jabatannya di pemerintahan maka ide dan gagasannya mempertahankan dan membela kebijakan pemerintah. Keberpihakannya juga nampak pada kontestasi pilpres baru lalu yang juga mati-matian membela dan mendukung capres 01 Jokowi-Ma’ruf Amin. Hal sebaliknya juga ada dari debator KKSS yang juga  membela Capres 02 Prabowo-Sandiaga Uno. Dan bisa juga mereka membela partainya masing-masing jika ada konflik antar partai atau kebijakan fraksi di DPR.

Namun, tidak kurang pula pakar dan debator warga KKSS dan asal Sulawesi Selatan ini menonjolkan diri sebagai pakar, intelektual atau akademisi yang melihat dari sudut objektif dan sisi kebenaran akademis yang diyakininya. Ini yang menonjol  misalnya yang ditampilkan oleh Zainal Abidin Mochtar, Irman Putra Sidin dan Andi Hamzah.   

Apa yang menarik dibaca dari banyaknya tokoh KKSS yang tampil pada acara talk show forum bergengsi media elekronik ini adalah bahwa Sulawesi Selatan umumnya dan warga KKSS khususnya  cukup memiliki sumber daya manusia (SDM) yang baik dan terdidik. Karena itu pemikiran dan pandangan mereka dibutuhkan oleh media dalam bursa dan pertarungan opini publik untuk dicerna masyarakat dalam kaitan munculnya isu-isu besar dalam kehidupan politik nasional maupun kehidupan ekonomi.

Diharapkan tentunya tradisi positif ini bisa terus berkembang dan tidak putus sebagai indikator kemajuan mutu pendidikan daerah Sulawesi Selatan dan kemajuan warga KKSS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here