Minta Jaminan Keamanan, Warga Sulsel Akan Kembali ke Papua

0
81
Ketua KKSS Papua, Mansur (kiri) saat menyambangi Komnas HAM untuk mengadu terkait kerusuhan Wamena.

PINISI.co.id — Kerusuhan yang menimpa Wamena, Papua, 23 September 2019 lalu, menyisakan korban puluhan jiwa. Para pendatang warga Sulawesi Selatan  paling banyak yang menjadi korban meninggal sehingga ribuan warga Sulsel mengungsi di Wamena dan ratusan lainnya balik sementara ke kampung halamannya di Sulsel.   

Ketua KKSS Papua Mansur mengatakan, meskipun ada warga KKSS dari Toraja yang ditikam hingga tewas pada 12/10/2019 lalu, sejumlah warga KKSS telah kembali ke Wamena untuk memulai hidupnya lagi.

Seperti diketahui, pekerja bangunan yang tewas tersebut adalah Deri Datu Padang (30), warga asal Toraja. Meskipun ada insiden itu, hingga hari ini, Rabu, (16/10/19) belum ada warga Toraja yang meninggalkan Wamena setelah kejadian penikaman terhadap seorang warganya.

Dalam kaitan itu, Mansur bersama 13 wakil paguyuban dari Papua saat menghadap Presiden Joko Widodo, Selasa (15/10/19), meminta Presiden untuk menjamin keamanan di Papua.

Selaku anak dari daerah, Mansur bersama pimpinan paguyuban lainnya ingin mendukung guna menciptakan ketertiban, ketenteraman, termasuk kelancaran pembangunan di Papua.

“Paguyuban warga pendatang di Papua mendukung pemerintah untuk membuat suasana yang tenteram, aman, kondusif bagi warga dalam menjalankan aktivitas dan kemasyarakatan di Papua. Kami berharap tidak ada lagi kerusuhan yang terjadi hingga menimbulkan korban jiwa. Demikian pula korban penusukan terhadap warga Wamena asal Sulsel tidak terjadi lagi. Demikian pula korban harta benda.   

Mansur mengakui banyak warga pendatang di Papua yang memilih untuk kembali ke kampung halamannya. Ia menilai hal itu wajar karena banyak pendatang masih trauma. Namun, ia memastikan mereka akan kembali ke Papua setelah suasana kondusif.

“Tetap menjadi warga negara Indonesia yang berdomisili di Wamena dan Papua sekitarnya. Dan itu sementara saja. Insya Allah akan kembali seperti semula,” harap Mansur.

Sebelumnya pada Jumat (11/10/19) Mansur bersama lintas paguyuban Papua menyambangi Komnas HAM untuk menyerahkan catatan terkait kerusuhan Wamena.  

[Lip]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here