Upaya PSBM XXII Mempromosikan Pariwisata Daerah

0
113

PINISI.co.id- Meski potensi pariwisata di Sulawesi Selatan cukup banyak dan beragam, namun hal itu belum dikelola optimal.

“Banyak destinasi wisata masih mengabaikan kebersihan,” kata Bambang Mile yang hobi melancong ke pelbagai daerah dan luar negeri.

Pria pensiunan PNS di Jakarta ini, menyontohkan kawasan-kawasan ikonik di Kota Makassar seperti Pantai Losari, Pelabuhan Paotere, dan Tanjung Bunga tidak tertata apik khususnya dari aspek lingkungan dan pertamanan. Sampah masih kerap dijumpai di tempat-tempat tujuan wisata itu sendiri. Karena itu, masyarakat perlu dibangun kesadarannya akan kebersihan, sebaliknya pemerintah belum sepenuhnya menata kawasan wisata sebagai obyek bernilai jual. Pun, kata Bambang, “wisata bahari, religi dan budaya belum disentuh kendati potensinya luar biasa,” ujarnya kepada PINISI.co.id.

- Advertisement -

Terkait potensi pariwisata, Amiruddin sebagai pelaku wisata mengatakan bahwa kesadaran wisata masyarakat Indonesia sudah mencapai tingkat kebutuhan. Dan patut disyukuri bahwa banyak destinasi wisata digerakkan oleh warga milenial bukan birokrasi. “Lewat media sosial masyarakat dengan mudah mengunggah kawasan wisata baru, meskipun itu hanya sawah, atau kali kecil. Desa wisata digerakkan anak-anak milineal,” ujar Amiruddin yang pernah menjadi pemandu wisata di Makassar.

Sehubungan dengan rencana gelaran PSBM XXII di Makassar, 13-15 Mei, topik pariwisata menjadi salah satu bahasan.

Dalam Rapat Persiapan Expo PSBM, yang digelar secara daring, (28/4/2022) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Selatan Muhammad Jufri mengharapkan stakeholder dapat
menyediakan sarana, dan informasi terkait potensi wisata yang ada di daerah. Selanjutnya Jufri mengajak ASITA, Badan Promosi daerah, Ketua PHRI dalam pelaksanaan PSBM dan mendukung pelaksanaan kegiatan ini.

“ASITA dapat menyediakan paket-paket mudik dan perjalanan dan tur wisata misalnya ke Tana Toraja.

Senada, Ketua Badan Promosi Daerah, Andri Arief Bulu mengatakan PSBM bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan promosi pariwisata di event ini.  “Kawasan geopark Maros, Bira- Bulukumba, Selayar dan Bosowa bisa diperkenalkan. Diharapkan ada stand yang disiapkan untuk mengakomodir travel partner, atau dilibatkan dalam bisnis matching. Perlu ada penerbangan langsung rute Toraja – Bali,” saran Bulu.

Sementara itu Astindo Nurhayat menyiapkan paket wisata dan sajian kuliner yang disiapkan diantaranya paket wisata ke Pulau Samalona.

Hasbi Syamsu Ali menyarankan agar dibuat tim kreatif digitalisasi pusat destinasi karena mudah diakses di media sosial. Memang kata dia, era digital memudahkan orang memilih tujuan wisata yang dikehendaki. Klop.  (Lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here