Testimoni Sejumlah Tokoh, Mengenang 40 Hari Wafatnya M. Suaib Didu

0
1255
- Advertisement -

PINISI.co.id- Keluarga besar dan perwakilan kolega dari berbagai organisasi yang pernah ditempati aktif oleh Alm. Ir. M. Suaib Didu, M.M., berkumpul dengan sistem protokol kesehatan yang ketat di rumah Dr. Ir. M. Said Didu, di kawasan Modern Land, Kota Tangerang, Banten, Sabtu, 20 Februari 2021.

Acara dimulai dan dipimpin oleh protokol acara, Saharuddin Didu, ponakan Almarhum, dilanjutkan sambutan oleh Sahibul Bait, M. Said Didu, kakak kandung Almarhum.

“Saya mohon maaf, saya masih terharu, sedih, merasa kehilangan,” suara pelan M. Said Didu, mengawali sambutannya.

“Tetapi ketika melihat teman-teman sesama aktivis pergerakan adik saya, M. Suaib Didu, saya dapat terhibur. Karena itu, saya berterima kasih atas kedatangan Bapak dan Ibu untuk mendoakan adik saya. Saya sangat dekat Almarhum, dan ketika kami masih kecil di kampung, Pinrang, kami sering bekerjasama dalam mencari daun jati dan kayu bakar. Kami bagi tugas, Almarhum yang memanjat karena badannya bagus, saya pengumpul. Uang hasil usaha, kami bagi dua. Dari segi cara dan pengamalan beragama, adik saya lebih baik dari saya. Ketiga putrinya, sudah ‘yatim piatu,’ karena istri M. Suaib Didu, wafat tujuh tahun lalu. Kini, ketiganya menjadi anak saya. Semoga ruh adik saya di sana, tenang dan bahagia,” kata Said Didu.

Acara berikutnya dilanjutkan testimoni oleh beberapa kolega Almarhum, perwakilan organisasi yang pernah ditempatinya aktif, dimulai oleh Andi Rukman Karumpa, perwakilan Gapensi; Eddy Djauhari, perwakilan Keluarga Mahasiswa-Alumni Penerima Beasiswa Supersemar; Tamsil Linrung, perwakilan tokoh KKSS; dan Idrus Marham, mantan Sekretaris Jenderal Golkar dan Menteri Sosial RI.

- Advertisement -

“Almarhum adalah pemberani, pembela kebenaran organisasi,” kata Andi Rukman

“Almarhum adalah Ketua Umum dan Imam shalat kami, bagus bacaan Qur’annya,” kata Eddy Djauhari.

“Almarhum adalah tokoh pergerakan yang memiliki pendirian kokoh,” kata Tamsil Linrung; dan “Almarhum adalah aktivis yang memiliki ideologi pergerakan, pejuang, pemberani, sekampung, dan keluarga saya,” kata Idrus Marham.

Acara ditutup dengan shalat berjamaah, makan siang, dan silaturahim atau ramah tamah.

(M. Saleh Mude)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here