Sipil Institute Mendukung Pengembangan UMKM Berbasis Tanaman Kelor di Cimahi

0
267

PINISI.co.id- Mor&mor Indonesia merupakan salah satu tim yang ikut meramaikan Cimahi Small Business Innovation (CSBI) Competition, sebuah ajang kompetisi inovasi para pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Cimahi, 15 November 2020. Tim ini mengangkat tanaman kelor (Moringa oleifera, Lam.) sebagai ide kreatif dan inovasinya.

Kuspriyanto atau lebih akrab dipanggil Iyan, seorang writerpreneur dan book publisher, Ketua Divisi Kewirausahaan Sipil Institute yang juga merupakan warga Kota Cimahi dan bertindak sebagai founder Mor&Mor Indonesia menjelaskan bahwa ide kreatif ini bermula dari aktivitas kebun percontohan tanaman kelor yang diinisiasi oleh Susilowati, salah satu dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat (S1) Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi.

“Awalnya memang dalam rangka sosialisasi pemanfataan tanaman kelor di tingkat rumah tangga mengingat kandungan nili gizi pada tanaman kelor dapat dikatakan luar biasa, berkali lipat jika dibandingkan dengan kandungan nutrisi tanaman lainnya yang bisa kita konsumsi. Kegiatan ini kami dokumentasikan dalam bentuk buku berjudul ‘Masih tentang Kelor’ yang diterbitkan oleh Pak Iyan. Namun, ketika sudah masuk ke dalam tahap pengolahan pascapanen dalam skala lebih dari skala rumah tangga, kegiatan ini tidak bisa saya kelola sendiri lagi,” jelas Susi.

Di sini Iyan menangkap potensi besar untuk pemberdayaan masyarakat. Karena itu, ide ini dibawa ke sejumlah pelaku UMK yang ada di Kota Cimahi dan disepakati untuk diangkat sebagai ide inovasi oleh tim Mor&Mor Indonesia yang beranggotakan 16 orang.

Setelah didiskusikan, ternyata ide kreatif kelor ini bisa diterapkan pada semua klaster Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL) di Kota Cimahi.

“Bagian daun paling banyak digunakan dalam komposisi menu kuliner dan pangan olahan. Kandungan gizi yang sangat beragam dan lebih baik dari kebanyakan tanaman lain menjadikan menu kuliner dan pangan olahan tersebut lebih bergizi dan sehat untuk dikonsumsi,” jelas Iyan.

Dengan cara ini, Susi menjelaskan bahwa hasil panen di kebun percontohan kelor di Stikes Jenderal Achmad Yani Cimahi dapat diserap optimal sebagai bahan baku. Untuk budi daya yang lebih besar, Susi sudah berkomunikasi dengan Wali Kota Cimahi dan ada wacana untuk menanam kelor secara tumpang sari di Hutan Kota KEHATI yang berlokasi di Cimenteng, Kelurahan Cipageran. Selain itu, sudah muncul wacana gerakan “Si Kempot Glamor” atau “Inovasi Kelor dari Demplot ke Dalam Pot dan Gerakan per Kelurahan Mengonsumsi Pangan Olahan Kelor”.

‚ÄúSeluruh bagian tanaman kelor diadaptasi secara visual menjadi motif batik dan motif mozaik untuk aplikasi pada 1001 jenis produk fashion, craft, dan art, baik secara manual ataupun digital. Selanjutnya, tim Mor&Mor Indonesia sedang mempersiapkan aplikasi e-commerce untuk saluran pemasaran produk-produknya. “Kami sudah mendaftarkan mengajukan berkas pendaftaran merek dagang. Produk-produk akan disiapkan oleh masing-masing anggota dan akan dijual dengan konsep single brand ‘mor&mor’,” jelas Iyan.

Ketika ditanya tentang proses CSBI Competition yang masih berlangsung, Iyan menjelaskan bahwa kompetisi tersebut bukan tujuan utama tim. “Menang atau kalah dalam kompetisi bukan masalah. Bagi kami, tim mor&mor sendiri sudah menjadi pemenang. Kami sudah punya roadmap hingga 2024. Tim kami sudah solid, mengeksekusi ide kreatif, dan mengembangkannya menjadi beragam produk atau jasa. Kami sudah membuka kantor sekaligus galeri di De Mozi, Citeureup. Untuk workshop sudah disiapkan di Rumah Kreasi di Leuwigajah. Sejumlah pihak pun sudah menyatakan kesiapannya menjadi mitra. Bahkan, untuk legalitas usaha, kami pun sudah sepakat untuk mendirikan koperasi. Insyaallah hari Jumat ini akan dilakukan penyuluhan dengan menghadirkan penyuluh koperasi Kota Cimahi secara daring,” tutup Ketua Devisi Kewirausahaan Sipil Institute Iyan. (Man)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here