Seruan KN Perlindungan Keluarga Indonesia: Investor Harus Memperhatikan dan Melindungi Hak Keluarga

0
333

PINISI.co.id- Terkait banyaknya konflik agraria di berbagai daerah, — terakhir kasus Rempang, di Batam, Koalisi Nasional Perlindungan Keluarga Indonesia meminta kepada Presiden beserta jajaran Pemerintah di setiap tingkatannya untuk memperhatikan pembangunan agar tidak mendatangkan kerentanan dan risiko bagi keluarga. Pembangunan harus melindungi keluarga Indonesia, khususnya yang rentan, miskin, dan belum sejahtera. Perencanaan harus mengimplementasikan pembangunan ramah keluarga.

Maklumat yang ditandatangi Ketua Umum KNPKI Prof. Dr. Ir. Euis Sunarti, M.Si dan Sekjen Feizal Syahmenan, S.H., M.H., pada 16 September 2023 itu, menyerukan agar keluarga hendaknya menjadi basis kebijakan pembangunan. Pembangunan sejatinya ramah keluarga dan hendaknya meningkatkan ketahanan, kesejahteraan, serta kualitas keluarga, bukan sebaliknya meningkatkan kerentanan, mendatangkan gangguan bahkan meningkatkan risiko kepada keluarga.

Maklumat mengingatkan bahwa berbagai pelaksanaan pembangunan meningkatkan kerentanan kepada keluarga, investasi yang meningkatkan ketimpangan dan menodai keadilan yang sejatinya berlaku bagi seluruh warga Indonesia, bencana alam dan bencana sosial yang merusak ketahanan dan kualitas keluarga.

Seruan ini juga ditujukan kepada MPR RI dan DPR RI agar dapat menerima aspirasi, menyuarakan dan memperjuangkan kepentingan dan perlindungan keluarga Indonesia, diantaranya dengan melakukan harmonisasi dan atau mengeluarkan Undang-Undang yang tepat;
Pihak Swasta dan Investor pembangunan agar dalam menjalankan usaha dan investasinya memperhatikan hak keluarga (terutama keluarga rentan), membantu meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga dengan pemenuhan hal dan kebutuhannya;
Lembaga atau Organisasi Masyarakat untuk advokasi memperjuangkan pembangunan yang ramah keluarga serta berjejaring meningkatkan ketahanan keluarga dengan menguatkan pembangunan wilayah dan pekerjaan ramah keluarga.

Maklumat beralasan karena keluarga merupakan unit sosial terkecil, institusi pertama dan utama pembangun manusia berkualitas, pembangun masyarakat madani, juga fondasi sekaligus benteng peradaban bangsa. Keluarga juga merupakan subjek sekaligus objek pembangunan, penentu keberhasilan maupun sebaliknya berkontribusi terhadap kegagalan pembangunan. (Aco)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here