Serambi Lego Lego Ruang Eksperesi Seniman dan Budayawan

0
214

Oleh Fiam Mustamin

KATA Lego Lego menjadi pilihan untuk rubrik Budaya di harian Fajar Minggu. Pilihan ini untuk memberi porsi lebih luas adanya ruang apresiasi seni dan budaya bagi khalayak.

Ruang itu diperuntukan bagi Budayawan dan Seniman yang berkiprah di Sulawesi Selatan khususnya di kota Makassar, demikian harapan adinda Arsyad, Pemimpin Redaksi harian Fajar yang menginspirasi adanya rubrik ini.

Lego lego itu sendiri adalah bagian serambi depan rumah panggung dari etnis Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja.

Di lego lego menjadi ruang santai keluarga dalam membicarakan hal kehidupan keluarga, misal tentang musim tanam, hajat keluarga bila paska panen.

Suasana di lego-lego itu menciptakan ruang demokrasi keluarga untuk bagaimana membicarakan, merencanakan dan melaksanakan sesuatu apa yang menjadi permufakatan.

Tudang sipulung bersama di malam sinar terang bulan dengan rebus singkong, pulang goreng dan minuman sarabba jahe gula merah.

Terkadang juga lego-lego itu digunakan untuk tudang sipulung/ duduk bersama para pemuka masyarakat untuk membicarakan masalah kepentingan warga kampung.

Di sela waktu rehat siang hari ibu-ibu biasanya kumpul duduk di anak tangga kayu bersusun mencari kutu sembari bercerita dan bersenda gurau.

Di rubrik Lego Lego itu pula diharapkan
dituangkan pemikiran konsepsional kebudayaan/ tata nilai kehidupan yang menginspirasi dan memotivasi yang hendaknya paralel dengan kegiatan kreatif penciptaan karya-karya seni itu sendiri.

Dan untuk itulah rubrik Lego Lego ini dihadirkan setiap minggu yang memberi ruang untuk penulisan konsepsi kebudayaan dalam kehidupan bermasyarakat yang bersifat apresiatif.

Selain tentunya menjadi ruang pembicaraan karya-karya seni yang bersifat resensi /ulasan karya seni sastera ( novel, cerpen, puisi) teater, musik, tari, seni rupa dan film.

Pada akhinya semua itu akan melahirkan suasana berkebudayaan yang seiring dengan kegiatan kreatif berkesenian masyakarat di kota Makassar khususnya.

Panggung di Fajar, Taman Budaya dan di auditorium kampus bisa menjadi pilihan pentas sebelum Pemkot membangunkan Gedung Kesenian dan Opera Makassar City.

Beranda Inspirasi Ciliwung, 25 November 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here