Seorang “Problem Solver” Sejati

0
416
- Advertisement -

Kolom Ruslan Ismail Mage

Apa itu masalah? Menurut Wikipedia masalah adalah ketika kenyataan yang terjadi atau realita, fakta tidak sesuai dengan yang diharapkan. Kalau mengacu pada definisi ini berarti tidak ada personal tanpa memiliki masalah, karena hampir setiap saat menemukan situasi tidak sesuai dengan harapan. Itulah sebabnya orang bijak mengatakan, “Jangan simpulkan kebenaran dari harapan, tetapi dari fakta”. Masalah akan selalu muncul laksana bayangan sendiri yang mengikuti kapan dan dimana pun, ketika menganggap harapan itu adalah kebenaran.

Lalu apa hubungan masalah dengan kepemimpinan? Kepeminpinan sesungguhnya industri yang memproduksi berbagai solusi untuk mengatasi masalah dalam kehidupan masyarakat. Karena itu pemimpin sejati harus memahami metode problem solving. Suatu cara untuk mengidentifikasi serta menemukan solusi paling efektif dan efisien guna teratasinya masalah. Dalam konteks penyelesaian masalah yang dihadapi masyarakat, seorang pemimpin disebut sebagai Problem Solver, yaitu pemimpin yang mampu mengurai dan menyelesaikan masalah dengan baik.

Pemimpin yang tidak memahami metode problem solving kecenderungannya “Masalah dipermasalahkan”, yang kemudian melahirkan atau memproduksi masalah-masalah baru yang sesungguhnya tidak perlu terjadi. Tidak sedikit kita bisa menemukan pemimpin yang mengedepankan egonya menyalahkan orang-orang disekitarnya ketika menghadapi masalah, baik menyangkut pekerjaan di kantor maupun berkaitan dengan kehidupan pribadinya.

Padahal cara paling ampuh untuk menyelesaikan masalah apa pun adalah tidak mempermasalahkan, tetapi mencari cepat solusinya. Karena mempermasalahkan masalah berarti mengembangbiakkan masalah itu, tetapi dengan cepat menemukan solusinya, masalah dapat dilokalisir tidak merembek kemana-mana.

- Advertisement -

Dalam salah satu literatur disebutkan, masalah itu penting karena masalah sesungguhnya adalah cara Tuhan menaikkan derajat hambanya. Artinya kualitas kepemimpinan seseorang itu ditentukan seberapa bayak masalah yang bisa diselesaikan dengan baik dalam hidupnya, baik sebagai pemimpin terlebih sebagai pribadi.

Salah satu contoh pemimpin yang bisa disebut seorang problem solver adalah Bupati Pesisir Selatan Drs. Rusma Yul Anwar, M.Pd. Berbagai data pendukung untuk membenarkannya. Seperti katika sedang meninjau daerah terisolir yang menyebabkan kendaraan dinasnya tergelincir di jalan licin, sang bupati langsung reaktif menemukan solusinya dengan turun mendorong mobil. Masalah jalan licin karena basah efek hujan tidak dipermasalahkan dengan berbagai pertanyaan menyudutkan, kenapa pemimpin sebelumnya tidak mengaspal jalan untuk membuka daerah terisolir.

Gambar bupati sedang di bonceng motor untuk menuju lokasi acara adalah bukti lainnya untuk menyebutnya sorang problem solver yang baik dan tenang tanpa pencitraan. Gambar itu terjadi Sabtu 3 Juni 2023 lalu. Ketika selesai mengikuti kegiatan di Kecamatan Tarusan, bupati ingin melanjutkan mengahadiri pertemuan Pokja Literasi dan Numerasi Kecamatan bagi seluruh guru di Kabupaten Pesisir Selatan. Undangan 13.00 di Kantor Dinas Pendidikan, tetapi bupati sudah hadir 12.40 sementara peserta baru sebagian hadir. Karena harus menunggu acara, sopir mobil dinas diperintahkan pulang saja.

Setelah selesai acara, seketika muncul masalah hendak pulang mobil dinas sudah tidak ada di tempat menunggu. Apakah reaksi bupati kecewa, kesel, atau marah tidak ada kendaraan pulang? Ternyata tidak! Bapati santai saja tidak permasalahkan masalah kendaraan. Dengan senyum familiarnya mencari solusi paling gampang, meminta staf Subag Kepegawaian Dinas Pendidikan mengantarnya pulang ke rumah dinas pakai motor. Itulah salah satu ciri pemimpin seorang problem solver sejati tanpa pencitraan.

Inspirator dan penggerak, penulis buku “Generasi Emas : Pemikir Gadang Minangkabau”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here