Sampah Udhin FM Didaur Jadi Karya Kreatif

0
160

PINISI.co.id– Problem sampah menjadi isu global dan masih menjadi soal bagi kota-kota besar di Indonesia. Di Kota Palu, Sulawesi Tengah, sampah menjadi masalah bagi semua pemangku kepentingan.

Sampah rupanya juga jadi subjek untuk dikelola sebagai karya seni, paling tidak oleh seniman multitalenta Udhin FM. Udhin menyertakan pemulung sebagai materi kreatifnya dalam gelaran Kontemporer Sosial Ekologis Partisipatory, Sabtu, (8/1/2022) di kawasan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Kawatuna, Palu.

Botol-botol, kantong serta wadah plastik sekali pakai dimanfaatkan sebagai properti yang membungkus tubuh penari yang menggeliat, merespon pelbagai sampah dan segenap permasalahannya. Sementara penari mengekspresikan kegundandahan menghadapi problem ini.

- Advertisement -

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid mengatakan pemulung adalah bagian penting dari entitas pengelolaan sampah di Kota Palu. “Apa yang dikerjakan oleh pemulung adalah sesuatu yang mulia dari pada memperoleh sesuatu dari yang tidak baik,” kata Hadianto saat menghadiri pementasan seni ini.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Seni Budaya (LSB) Bantaya Provinsi Sulawesi Tengah bekerjasama dengan Pemerintah Kelurahan Kawatuna dan Asosiasi Pemulung TPA Kawatuna.

Menurut walikota, Pemerintah Kota Palu akan merevitalisasi TPA Kawatuna dengan membangun sejumlah fasilitas di dalamnya seperti MCK, shelter atau tempat istirahat, musholla, hingga bank sampah.

“Jadi tempat ini nantinya memiliki fasilitas yang bisa dimanfaatkan dengan baik oleh kita. Sehingga keluarga kita di sini mendapatkan perhatian yang baik,” ujarnya.

Bukan hanya itu, katanya pihaknya juga akan memfasilitasi para pemulung dengan memberikan bantuan sepatu hingga sarung tangan, sehingga para pemulung dapat bekerja dengan layak.

“Sehingga walaupun komiu kerja di TPA, InsyaAllah juga mendapatkan perlindungan. Bahkan Pemulung kita juga sudah masuk dalam asuransi kesehatan, sehingga kalau kita ke dokter dan rumah sakit, Insya Allah gratis,” lanjutnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa tahun ini Pemerintah Kota Palu juga telah menganggarkan beasiswa bagi anak-anak di Kota Palu yang berasal dari keluarga tidak mampu.

“Asalkan dia mau dan mampu untuk kuliah, kita Pemkot Palu menganggarkan untuk anak-anak SMA yang ingin melanjutkan kuliah,” tambahnya.

Udhin beraharap lewat karya ke 135 ini, warga masyarakat bisa terdorong untuk menangani sampah dan dimulai dengan yang kecil-kecil.  (Lip/teraskabar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here