Refleksi KKSS 2020, Muchlis Patahna Dorong KKSS Sesuaikan Diri dengan Perubahan

0
1291
- Advertisement -

PINISI.co.id- Mengawali tahun 2021 merupakan momen yang tepat bagi seluruh elemen masyarakat untuk merefleksikan apa saja yang telah dilakukan selama satu tahun ke belakang.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan H. Muchlis Patahna, SH., M.Kn, dalam sambutannya pada acara Refleksi Akhir KKSS, yang digelar secara virtual lewat Zoom, Minggu sore (3/1/20).

Dengan tajuk “Kontekstualisasi Organisasi KKSS Kini dan Kedepan”, sambutan Muchlis disimak tak kurang 500 peserta dari seluruh BPW KKSS dan luar negeri.

Menurut Muchlis, kegiatan ini dinilai penting untuk melakukan evaluasi atas semua pelaksanaan kegiatan selama setahun terakhir guna mengetahui pencapaian KKSS sebagai sebuah “organisasi paguyuban”.

“Capaian itu output dan outcome-nya apa memenuhi target dan sasaran yang telah ditetapkan sesuai dengan program kegiatan setiap departemen yang dikoordinir oleh masing-masing Wakil Ketua Umum, serta kelemahan apa saja yang perlu diperbaiki,” papar Muchlis. 

- Advertisement -

Kegiatan ini, kata Muchlis, dapat dimanfaatkan untuk menilai dan menyusun langkah strategis ke depan dalam mengimplementasikan program-program kegiatan sesuai dengan kebutuhan warga KKSS di mana pun berada.

Seperti diketahui, KKSS sebagai organisasi dengan struktur kepengurusan mulai dari pusat (BPP KKSS), wilayah sampai ke daerah (BPW dan BPD) dan juga terdapat perwakilan luar negeri (BPLN), yang terdiri dari 34 BPW, 217 BPD dan 8 (delapan) perwakilan luar negeri  dengan jumlah anggota yang cukup besar (± 15 Juta orang warga Sulawesi Selatan),  dan tersebar di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia serta pada beberapa belahan dunia, merupakan suatu organisasi yang potensil untuk ikut berpartisipasi mendukung  kegiatan pembangunan nasional yang berkelanjutan.  

Karena itu, Muchlis berharap peran dan kontribusi yang ditampilkan warga KKSS sangat dibutuhkan. Diberikan contoh sejumlah kontribusi dari para warga KKSS yang telah dilakukan dalam mendukung pembangunan nasonal, terutama mendukung program pemerintah  membantu pencegahan wabah Covid-19 pada 2020.

Demikian juga berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan yang dilaksanakan warga KKSS, baik secara kelembagaan dalam struktur organisasi KKSS, di pusat, wilayah, daerah, cabang, perwakilan luar negeri, otonom dan pilar, maupun sebagai warga  dalam mendukung program pemerintah.  

“Keterlibatan KKSS dalam peran-peran yang diemban, secara alamiah  didasari pada falsafah hidup orang Sulawesi Selatan (Bugis, Makassar, Toraja dan Mandar) yakni “Siri dan Pesse”, yang dapat mendorong terbangunnya peradaban yang maju dan berkarakter, demokratis, dengan dimensi moralitas, dimensi solidaritas,” ungkapnya.

Nilai-nilai yang dikandung dalam dimensi tersebut, lanjut Muchlis, sudah dimiliki sejak dahulu dan memberikan inspirasi bagi orang Sulawesi Selatan dalam praktik kehidupan sehari-hari, baik sebagai individu maupun sebagai warga masyarakat dan warga negara Indonesia yang tunduk pada kebiasaan dan aturan yang harus diikuti. 

Dalam pada itu, sebagai Ketua Umum KKSS, Muchlis mengucapkan terima kasih atas kinerja yang telah ditampilkan dari para pengurus sebagai indikasi dari dukungan yang diberikan untuk kebaikan para warga KKSS, demi kemajuan bangsa dan negara.

“Disadari bahwa faktor  ketidakpastian akibat pandemi dapat mempengaruhi rencana pelaksanaan, namun demikian apapun situasinya kita semua bertekad dan bekerja maksimal untuk tetap melaksanakan program kegiatan yang telah disusun dalam kepengurusan ini,” katanya lebih jauh. 

Sedangkan dalam perspektif KKSS, yang berciri  globalisasi, ditandai dengan kemajuan teknologi dalam bidang IT dan penghargaan terhadap hak asasi manusia, KKSS, kata Muchlis, memberikan inspirasi bagaimana eksistensi dan pentingnya KKSS untuk mengambil peran dalam pembangunan. Perspektif ini sangat penting dijadikan pertimbangan dalam membawa KKSS dalam melaksanakan berbagai program kegiatan.

“KKSS perlu menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada, tanpa menghilangkan identitas inti peradaban orang Sulawesi Selatan. Diharapkan bahwa dengan perubahan yang ada ini, nilai-nilai “Siri dan Pesse”, tetap mengakar dalam Jiwa dan Roh dari manusia orang Sulawesi Selatan (Bugis, Makassar, Mandar dan Toraja). Oleh karena itu dibutuhkan mekanisme dan tatanan serta SDM untuk mengelola dan menata “Siri dan Pesse” dalam konteks globalisasi agar tetap ada dalam jiwa sanubari orang Sulawesi Selatan. 

Sebelumnya, Sekjen KKSS Abdul Karim melaporan kegitan BPP KKSS yang dihelat selama tahun 2020. Acara refleksi ini dipandu oleh Wakil Ketua Umum Prof. Dr. Awaluddin Tjalla yang mengatur diskusi dengan antusisme.

Dengan reflektif, nara sumber Prof Komaruddin Hidayat melihat potensi warga KKSS yang dapat berkontribusi lebih, sebagaimana halnya di  Papua.  Papua, ujar Komaruddin, perlu dibangun SDM-nya, beruntung banyak perantau dari Jawa dan Sulawesi, terutama orang Bugis yang memiliki spirit maju dan berkembang, merangsang dan membangun Bumi Cenderawasih.

“Saya teringat kalimat Pak JK yang menyebutkan bahwa ketika Qahhar Muzakkar akan ditangkap oleh TNI Jawa, Jenderal M. Jusuf meminta, biarlah kami yang menyelesaikan Qahhar, supaya tidak ada warisan sejarah bahwa Jawa pernah menundukkan, atau menangkap orang Bugis,” kata Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII)

Menurut Komaruddin, ritual budaya dan agama adalah modal yang paling baik dalam berasimilasi antara perantau dan penduduk setempat seperti di Padang. “Agama dan budaya adalah dua hal yang tidak selamanya bertentangan. Banyak budaya sebelum Islam di Arab dan Nusantara justru diberi ruh Islam, tidak dihilangkan.

Sementara itu, Dewan Pakar KKSS Ir. Ramli K. Brotodihardjo menuturkan, dalam menghadapi masa depan,  kita bakal didominasi oleh isu-isu yang membawa arus besar tatanan hidup manusia seperti pandemi, dinamika konflik, polarisasi radikaslisme dengan moderat, hingga konflik sosial yang dieskalasi oleh revolusi media.  
“Setiap terjadinya revolusi tatanan dunia baru, selalu diawali dengan penemuan-penemuan teknologi baru yang dengan cepat dapat mempemudah segala kehidupan manusia,” jelas alumni ITB dan pendiri Polbis Institute ini.
Acara ditutup dengan doa oleh Dewan Pakar KKSS yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal Prof. Dr. Nasaruddin Umar. (SM/Lip)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here