Ramadhan KKSS, Nasaruddin Umar Ingatkan Agama Tidak Pernah Mengajarkan Kekerasan

0
588
- Advertisement -

PINISI.co.id- Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP KKSS) kembali menggelar acara kuliah Ramadan dengan menghadirkan 10 nasasumber yakni: Prof. Dr. KH. M. Nasaruddin Umar; Dr. Muhammad Zain; Prof. Dr. Hafid Abbas; Imam Shamsi Ali; Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu; Prof. Dr. Hamdan Zoelva; Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin; Prof. Dr. Alwi Shihab; Prof. Dr. Taruna Ikrar; dan Dr. Ir. M. Jafar Hafsah, melalui jaringan zoom, kata Prof. Dr. Awaluddin Tjalla, Wakil Ketua Umum yang membawahi bidang Cendekiawan dan Kerohanian BPP KKSS.

Pada Selasa malam 13 Maret 2021, Prof. Dr. KH. M. Nasaruddin Umar membawakan kuliah Ramadan bertema, “Peningkatan Kualitas Ibadah dan Tanggung Jawab Sosial KKSS.”

Pada Ramadan tahun ini, mari kita mulai bersihkan niat untuk meningkatkan kualitas ibadah kita, jika tahun lalu atau sebelumnya, kita masih mengejar pahala dan mendambakan surga. Terlalu kecil target seorang Muslim jika hanya mengejar atau mengharap satu kavling surga. Maka pada Ramadan ini, kita idealnya mulai meningkatkan kualitas ibadah kita dengan memelihara mata, pikiran, tangan, dan hati. Kita berusaha menjauhi atau menghindari segala yang dilarang oleh Allah dan melakukan segala yang disenangi-Nya. “Shalat, misalnya kita lakukan karena cinta kepada Allah, bukan karena itu suatu keharusan seperti yang kita pahami selama ini,” kata Nasaruddin Umar, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta.

Selanjutnya, Prof. Nasaruddin mengajak pengurus dan warga KKSS untuk melihat fenomena di sekitar kita, banyaknya kasus-kasus kriminal dan masalah sosial. Kita mulai melihat tingginya perceraian; kasus poligami; pemurtadan; narkoba; radikalisme; dan terorisme.

Terhadap masalah-masalah sosial ini, peran utama KKSS sangat diharapkan. Karena itu, mari kita berdoa agar dosa-dosa masa lampau kita diampuni oleh Allah dan sekaligus memohon kepada Allah agar mengangkat penyakit atau virus pandemic Covid-19,” lanjut Nasaruddin.

- Advertisement -

Sebagai orang yang beriman, kita diwajibkan kembali ke agama kita, berusaha aktif membaca untuk memahami ajaran-ajaran agama kita, misalnya makna jihad. Semakin dalam dan luas pemahaman agama kita, maka kita semakin toleran dan moderat.

“Sebaliknya, semakin terbatas pemahaman agama kita, maka semakin muda kita terdorong menjadi kaku, tidak moderat, bahkan bisa menjadi radikal. Kata radikalisme ini sebenarnya bermakna positif tapi sudah terkooptasi menjadi negatif, termasuk makna jihad, karena beberapa kejadian yang dilakukan oleh orang-orang yang mengatas-namakan agama, padahal agama tidak pernah mengajarkan kita kekerasan,” tutup Nasaruddin Umar.

Sebelum kuliah Ramadan dimulai, Ketua Umum BPP KKSS, Muchlis Patahna memberikan kata sambutan dengan berterima kasih kepada Panitia Ramadan KKSS dan menyampaikan beberapa program unggulan KKSS seperti Pertemuan Cendekiawan, Bantuan Sosial ke korban Gempa di Sulawesi Barat, dan persiapan bantuan untuk korban banjir di Nusa Tenggara Timur. Moderator kuliah Ramadan ini adalah Ardhana Azis.

(M. Saleh Mude)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here