PSBM XX: Dari Nobar, Perkuat Jejaring Saudagar Hingga Perlunya Aksi Nyata

0
514
Sejumlah Pengurus BPD KKSS Raja Ampat Papua, gelar nontoin bareng PSBM XX secara virtual.

PINISI.co.id– Semula, PSBM XX yang digelar virtual, pada Kamis (20/8/2020) diduga diselenggarakan seperti sebelum-sebelumnya yakni di Makassar. Tidak sedikit pengurus BPW KKSS dari berbagai daerah menghubungi panitia untuk memesan kamar hotel dan meminta jadwal acara berikut kepastian waktu.

Setelah yakin bahwa dalam situasi pandemi, adalah mustahil mengadakan acara dengan mengumpulkan kerumunan orang, sehingga beralasan kiranya PSBM kali ini digelar secara virtual. Setelah mendapat kepastian dari panitia, barulah BPW dan BPD KKSS di seluruh Indonesia dan luar negeri menggelar nonton bareng layaknya seperti menonton laga final sepak bola.

Namun, PSBM XX ini tidak menghilangkan roh pertemuan yakni silaturahim dan spirit kesaudagaran. Dan kendati ditayang secara monolog dan satu arah, namun Ketua KKSS Papua Mansur menanggapi bahwa bagusnya kita menindaklanjuti apa yang telah diusung pemateri supaya  ada aksi nyata.  

Sementara Wakil Ketua Dewan Pembina KKSS Andi Jamaro Dulung mengatakan, meski waktu dan acara PSBM berubah, namun penyelenggaraan sudah berlangsung baik. “Yang penting makna tetap kokoh yakni membangun semangat dan jejaring saudagar untuk bangsa,” kata Jamaro.

Bahkan PSBM XX, menurut Jamaro, menjadikan metode virtual sebagai cermin baru untuk program lain. Partisipan akan menduplikasi metode ini pada areal privasinya masing-masing.

Sejarah PSBM

Terpisah, menurut Pawennei yang menjadi Sekjen BPP KKSS tiga periode 1985-1995, awal PSBM pertama diawali saat ia pada 1993 diminta Ketua Umum KKSS Beddu Amang, untuk mengundang Ketua Kadin Sulsel yang saat itu dipangku Jusuf Kalla.

Pawennei mendampingi Beddu menerima Kalla dan Alwi Hamu membicarakan rencana pertemuan Saudagar Bugis Makassar dan mengajak anggota KKSS untuk mudik ke Sulsel. “Kemudian disepakati pertemuan PSBM tahun 1994 di Ujungpandang dibuka oleh Jenderal Jusuf.

Pawennei terkenang, semua peserta PSBM waktu itu tur keliling Sulsel menggunakan bis di mana setiap warga dan saudagar KKSS menengok kampungnya. [Lip]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here