Prof. Nasaruddin Umar: Kita Harus Pesiapkan Generasi Masa Depan Pasca JK

0
954
Suasana rapat virtual Kerohanian BPP KKSS dengan pembicara Prof. Dr. Nasaruddin Umar.

PINISI.co.id- Untuk kali kedua rapat virtual Kerohanian KKSS diikuti 17 partisipan berlangsung hangat, pada Sabtu (25/4/20). Rapat dibuka dan dipandu Wakil Ketua Umum KKSS Awaluddin Tjalla  yang membidangi Kerohanian.

Dalam rapat dunia maya itu, Dewan Pakar KKSS Prof. Dr. Nasaruddin Umar memberikan tausiyah keagamaan kepada anggota Meeting Online by Program Zoom.

Nasaruddin menyebutkan bahwa Orientalis asal Perancis, Denys Lombard (1938-1998) telah meneliti dan berkesimpulan bahwa suku/etnis Bugis di Indonesia termasuk etnis yang sangat berpengaruh dalam sejarah Nusantara, di mulai zaman kerajaan hingga hari ini. Itu suatu pengakuan yang luar biasa bagi keunggulan karena kecerdasan dan keberanian orang-orang Bugis-Makassar atau perantau asal Sulawesi Selatan.

“Karena itu, kita perlu jaga marwah orang Sulsel. Kita harus membangun sumberdaya manusia dan aktif menyiapkan generasi masa depan, terutama setelah era Pak Jusuf Kalla,” jelas Imam Besar Masjid Istiqlal ini.

Keunggulan etnis Bugis-Makassar, urai Nasaruddin, mirip sejarah keunggulan etnis Fir’aun 1-12, atau suku/etnis tertentu yang selalu terpilih menjadi presiden di Amerika atau rektor-rektor di Universitas Al-Azhar. Ini menandakan bahwa dalam suatu negara terdapat etnis yang memiliki keunggulan. Nah, orang Sulsel harus berbangga karena dinilai dan memang memiliki keunggulan di bidang intelektual dan keberanian, dan dapat menjadi pemimpin di Republik ini, termasuk di zaman kerajaan dahulu kala.

“Pemimpin Westerling, Raymond Pierre Paul Westerling, kelahiran Turki itu sangat takut dengan etnis Bugis-Makassar, maka ia tega membunuh banyak orang-orang Bugis-Makasar, terkenal dengan peristiwa pembantaian 40.000 jiwa rakyat Sulsel oleh pasukan Westerling, 11 Desember 1946 hingga Februari 1947.  

Sebelum menutup, Nasaruddin bersedia mengisi kultum Ramadan online by chanel Zoom Program Departemen Kerohanian BPP KKSS.

Dalam kesempatan berikutnya, Ketua Dewan Pakar BPP KKSS, Dr. Ir. M. Jafar menanggapi positif kuliah tujuh menit Prof. Nasaruddin. KKSS sudah saatnya berpikir strategis dalam mengantisipasi 20 tahun ke depan, dan menyetujui rencana meeting online dengan mengundang semua anggota Dewan Pakar BPP KKSS.

Moderator kemudian meminta tim teknis Abdul Muid Nawawi menampilkan jadwal dan nama pemberi tausiyah online, di antaranya Muchlis Patahna, SH.,M.Kn., Ketua Umum BPP KKSS; Prof. Nasaruddin Umar; Dr. Basnang Said; Dr. Tubagus Wahyudi; Prof. Dr. Hafid Abbas; Dr. Ir. M. Jafar Hafsa; Prof. Dr. Syahabuddin; dan Imam Shamsi Ali.

Tak lupa, moderator memberi kesempatan peserta lain, termasuk bertanya masalah agama kepada Nasaruddin Umar.

Rapat online ditutup pukul 12.10. WIB. [Saleh Mude]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here