Penulis Buku dan Media Adalah Penggerak Pembaruan dan Peradaban

0
555
- Advertisement -

Kolom Fiam Mustamin

RAHMAN Arge, budayawan dan wartawan senior dari Makassar mengatakan bahwa tulisan di bukunya Permainan Kekuasaan itu adalah nisannya.

Memaknai nisan dari bentuknya kita dapat mengidentifikasi strata sosial seseorang apakah dia dari orang biasa/kebanyakan atau dari strata turunan  bangsawan dan raja.

Nisan yang dimaksud Rahman Arge adalah jejak petunjuk jati dirinya tentang apa yang telah diperbuat selama hidupnya.

Karena itu, saya meminjam kata-kata dari seorang penulis yang produktif, menulis buku dan gagasan pemikiran yang menginspirasi/ memotivasi.

- Advertisement -

Menyebut bahwa penulis yang menyebarkan gagasan pemikiran untuk kebaikan/ kemaslahatan kehidupan di masyarakat disebutnya sebagai penggerak pembaruan dan peradaban masyarakat.

Tulisan memberi inspirasi dan motivasi untuk menciptakan suatu perubahan ke arah yang lebih baik dari suatu kaum masyarakat.

Dalam tradisi mayarakat  Bugis, tetua leluhur menanam ari-ari bayi bersama dengan kalam/pena dengan doa harapan semoga sang bayi kelak dewasa punya kecakapan membaca dan menulis.

Begitupun dengan tradisi menanam bibit kelapa di timbunan ari-ari itu sebagai simbol kemakmuran dari pohon kehidupan yang serba guna itu.

Penggerak Perubahan

BEBERAPA nama penulis kolom dan syair di media online PINISI.co.id ini telah mengkontribusikan gagasan pemikiran kritisnya dengan subyek yang dikuasainya untuk bersama membangun kemaslahatan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Mereka itu adalah senior Zainal Bintang, Hafid Abbas, Aspar Paturusi, dan Imam Shamsi Ali Al Kajangi yang menetap di New York.

Lalu generasi dibawahnya, ada llham Bintang, Alif we Onggang, Zaenal Abidin, Imran Duse, Ruslan Ismail Mage, Jumrana Salikki dan Arfendi.

Muh Said Didu, manusia merdeka yang berintegritas yang meskipun tidak menuls kolom namun pikiran-pikiran kritisnya dapat diikuti dalam video inter aktif di grup KKSS.

Keenam kolumnis PINISI.co.id., itu telah menulis sejumlah buku antaranya Ilham Bintang wartawan senior, Pemimpin Redaksi tablod Chek and Re Chek menulis 10 judul buku mengenai apa yang diamatinya secara intens sebagai jurnalistik antaranya ; Mengamati Daun Daun Kecil Kehidupan, Tantangan Media Menegakkan Kode Etik Jurnalistik, Salam Dari Meruya, Ibunda, Madang/menyongsong Maut, Surat-Surat Wasiat Nana, Prahara Corona ( kumpulan tulisan para pemred).

Alif, pemimpin redaksi majalah PINISI dan PINISI.co.id, menulis fiksi dan non-fiksi. Karya bukunya antara lain KKSS Perekat Etnis Nusantara, Tentang Sejumlah Orang Sulawesi Selatan, Mati Ketawa Ala JK, Saudagar Bugis Makassar, Lopa Yang Tak Terlupa dan Andi Mustari Pide, Memangku Bumi Menjungjung Langit.

Jumrana Salikki, semula adalah jurnalis di harian Fajar, lalu kepenulisannya dilanjutkan membuat novel Di Atas Debu, Saudagar Bugis Makassar dan selebihnya menyunting sejumlah buku.

Kemudian Ruslan Ismail Mage, penggerak Bengkel Narasi untuk menciptakan penulis dari komunitas  guru-guru sekolah telah menghasilkan 23 judul buku dalam 10 tahun terakhir ini. Ke19 judul telah diterbitkan dan dalam proses penerbitan 4 judul.

Bukunya bertemakan Politik Demokrasi dan Motivasi. Bukunya antara lain ; Industri Politik, Kepemimpinan, Demokrasi dan Kemiskinan, Generasi Emas Minangkabau, Ayat Ayat Api, Bias Pemikiran Inspirasi Penggerak, Pers Madu Atau Racun Demokrasi.

Lalu Arfendi Arif sebelumnya adalah wartawan di media umum dan media Islam. Setelah mengurangi aktivitas jurnalistik, kini lebih fokus menulis buku dan artikel di media online dan mengasuh penerbitan internal. Di antaranya, terlibat dalam penulisan buku biografi para tokoh, baik pejabat pemerintah maupun swasta, dan juga sebagai ghost writer. Buku yang ditulis antara lain Profil Saudagar Bugis Makassar bersama Alif we Onggang dan Jumrana Salikki. Lima buku lainnya yaitu Meraih Islam Paripurna, Tauladan dan Pemimpin, Belajar Khasanah Kepemimpinan Islam, Kekuasaan dan Kepemimpinan yang Manusiawi dan Aku dan Kita Bahagia.

Selanjutnya Imran Duse telah menulis sekitar tiga judul buku.

Buku-buku yang telah dihasilkan itu, berharap menjadi motivasi lahirnya generasi penulis dari warga KKSS
seperti Saleh Mude di New York, Asbar Atma di Budafest Hongaria, Anwar Espa, Charul Mallombasang, Sahrir dan adik adik IKAMI Sulsel.

Jadikanlah budaya untuk banyak membaca, berbicara dan menulis dan memiliki pustaka baca di rumah masing masing.

Iya teppaja isappa … paccolli loloengngi aju rakkoe/etos kerja yang kreatif dan inovatif untuk kehidupan yang memberi manfaat.

Beranda Inspirasi Ciliwung 8 Agustus 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here