OBAMA ( Om BAhar MAntap ) Membudayakan Diplomasi Ulu Kannaiya Masa Kini

0
661
- Advertisement -

Kolom Fiam Mustamin

APA saja yang menarik dari sosok ini ?

Dari membaca saja namanya muncul rasa penasaran ingin tahu lebih jauh siapa dan mengapa sosok tokoh ini.

Beberapa alasan mengapa menyematkan judul tulisan seperti itu.

Judul tidak muncul begitu saja bila tidak ada ikatan emosional persahabatan yang melatarbelakanginya.

- Advertisement -

Kami berjumpa di PSBM pertama kali tahun 1993, OBAMA alias Bahar Ngitung dari Kadinda Sulsel mendampingi inisiator Muh Jusuf Kalla, Alwi Hamu dan Aksa Mahmud. Ia sempat jadi Ketua Kadin Makassar.

OBAMA (Om BAhar MAntap) adalah nama branding waktu kampanye anggota DPD RI pada 2009 — saat yang sama ada kampanye Presiden AS.

Penggeraknya lainnya adalah Nasir Mansyur dan Safari Asis Husein. 30 tahun kemudian bertemu kembali di PSBM ke 23 akhir April 2023 di Makassar.

Selama 10 kali PSBM saya jadi salah satu operator dalam posisinya sebagai Sekretaris Pelaksana BPP KKSS. Selama itu, OBAMA aktif dan pernah menjadi Ketua Panpel PSBM.

Interaksi berlanjutnya saat OBAMA menjadi pengurus inti ARDIN Pusat di Jakarta.

Kami di KKSS satu gedung di Bank Bumi Daya Plaza dimana Dr. Jhon N Palinggi, salah satu Ketua BPP KKSS dan Ketua Umum ARDIN terpilih berkantor di gedung itu.

Prototipe Anak Mangkasara Tulen

CIRINYA, solidaritas, kesetiakawanan dan tinggi paccenya/empati sesama.

Inilah gambaran sosok lakon sahabat ini, sehingga ia selalu diharapkan kehadirannya bagi sahabat sahabatnya.

Saya cukup intensif berinteraksi degan komunitas Bija Butta Mangkasara baik selama masa sekolah di Makassar maupun di rantau Jakarta.

Untuk mengenali lebih jauh pribadi sosok yang melekatkan nama sapaan keren OBAMA ini kami khusus janjian jumpa bincang-bincang di kafe Markobar Lakopi Hertasning Makassar.

Kami bertiga dengan adik Irfan Onggang yang mengambil foto dan merekam percakapan.

Di sana OBAMA yang anak kolong
dan pejuang menceritakan perjalanan hidupnya dari masa kecil, sekolah di SLTP, SLTA sampai ke Perguruan Tinggi dan aktivitas organisasi di kampus.

Ia lahir dari perpaduan gen ayah Gowa dan ibu Kolaka.

Masih balita, OBAMA sudah yatim tak berayah, bersekolah dari sentuhan kebaikan kerabat dan bekerja dengan jasa mencuci piring di warung untuk membiayai sekolahnya.

Di tingkal SLTA beberapa kali pindah sekolah karena kenakalan perkelahian usia remaja.

Menjalani perguruan tinggi setelah bekerja tetap untuk mengongkosi kuliahnya. Iya sering kali berpindah kuliah saat tidak bisa membayar uang kuliahnya.

Nasib Mujur Campur Tangan
Allah

OBAMA meyakini bahwa dalam hidupnya ia banyak kemudahan dan keberuntungan dalam bersekolah, memperoleh pekerjaan hingga terpilih dua kali menjadi senafor yakni Agggota Dewan Perwakilan Daerah RI/ DPD Pemilihan Sulawesi Selatan periode 2004-2009.

Dalam pengabdian di kemasyarakatan ia secara naluriah mengimplimentasikan lakon budaya diplomasi Ulu Kannaiya/Permufakatan untuk membangun sinergitas yang saling memberi manfaat dan melidungi tidak saling memperdaya dan menguasai satu sama lain.

Di masa pensiun dari semua aktivitasnya OBAMA tetap mengabdikan diri pada hal-hal yang bermafaat/ muamalah bagi sesama dan membimbing putra tunggalnya dalam mengembangkan usahanya.

Salama si kamaseang, sipassiriki na sipacceang barakallah…

Legolego Batua Makassar 15 Mei 2023.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here