MJH, Lakonnya Tidak Sebatas Cahaya Petromaks yang Menyinari

0
153

Oleh Fiam Mustamin

BUKU biografinya Mohammad Jafar Hafsah (MJH) di kulit cover belakang tertera kalimat penulisnya bahwa Sang Tokoh tersebut … tak berharap muluk untuk menjadi Matahari yang bisa menerangi dunia. Ia hanya berharap menjadi sinar Petromaks yang bisa menerangi sekelilingnya.

Buku biografi itu disunting oleh penulis muda produktif Bachtiar Adnan Kusuma (BAK) tahun 2009 setelah sekian buku-buku referensi pangan pertanian dan syair sastra ditulis oleh MJH.

BEGITU banyak sisi dan sudut pandang bisa menjadi obyek pilihan penulisan dengan sosok tokoh yang berbasis penyuluh pertanian ini.

Dari biografi perjalanan hidupnya yang variatif dengan tantangan yang dihadapinya oleh MJH, penulis menetapkan fokus tulisan dengan judul tersebut diatas.

Pilihan kebersahajaan dan kesederhanaannya sebagai lampu petromaks, meskipun sesungguhnya ia
bisa menjadi energi listrik yang berkekuatan berjangkauan luas.

Dengan pilihan itu, penulis akan menguraikan tiga hal yaitu: pengenalan pribadi, dengan karya-karya kreatif inovasinya serta pengabdian kemasyarakatan di biroraksi pemerintahan dan politik di partai dan legislasi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR ŔI).

Penulis telah menjadikan tokoh ini sebagai role model/ panutan dari sejak pelajar di SMA Negeri 200 di kota
Watansoppeng yang begitu aktif dan menonjol di kegiatan ekstrakulikuler siswa.

Berlanjut ke kota Makassar semasa MJH kuliah di Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin satu rumah.

Kesehariannya MJH ini bersih, necis dan telaten dilihat dari apa yang dikerjakan dan dikenakan. Dilengkapi dengan pembawaannya yang humoris segar dan menghibur.

Dari laku hari-harinya MJH tak nampak bila tokoh yang multitalenta dari keluarga yang sederhana dan yatim sejak usia kecil kelak menjadi tokoh nasional/bangsa.

Merambah ke puncak puncak kariernya sebagai Dirjen Tanaman Pangan
dan Sekretaris Badan Pengendali BIMAS Departemen Pertanian.

Berkarya dan Berkarya

TIGA buku yang begitu nyata menggambarkan Siapa dan Mengapa MJH ini.

Dua biografi yang yang berupa tulisan/literer dan literer bergambar.

Dari biografi yang bergambar ini diberi judul ; Sahabat Petani (Berlian dari Bugis) yang disunting oleh Hardimen Koto dan team bagai
sebuah lakon dalam gambar hidup (sinematik).

Sebuah buku bertajuk : Politik Untuk Kesejahteraan Rakyat, ditulis MJH ketika di DPR RI Ketua Fraksi Partai Demokrat sebagai jawaban perjuangan pengabdiannya hijrahnya dari birokrat ke politik.

SELAMA pengabdian di birokrasi MJH telah menulis sejumlah buku yang menjadi obsesi kegerlisahannya dalam katagori buku referensi/ panduan untuk sektor bisnis pangan antra lain ; Kemitraan Usaha, Bisnis Gula, Bisnis Ubikayu. Bisnis Ubijalar, Indonesia Sejahtera Demokratis, Pengentasan Kemiskinan dan Indonesia Berdaulat Pangan.

Selain menulis karya ilmiah yang MJH meyebutnya karya rumah intelektualnya, seperti buku bukunya di atas MJH juga menulis karya sastra puisi sebagai ekspresi citarasanya yang dalam antara lain Hati Sang Birokrat, Jejak Jelajah, Semilir Cinta, Bisikan Hati dan Fatamorgana.

Tidak banyak orang yang mendapat hidayah yang begitu paripurna berkemampuan apa yang dipikirkan, dirasakan, dituliskan dan dikerjakan/ diwujudkan.

Olah rasa, olah pikir dan tindakan perbuatan dari MJH ini mengingatkan pesan pesan leluhur Bugis dalam kehidupan:

Iya teppaja risappa paccoli loloengngi aju rakkoe …

Maknanya untuk selalu berihtiar yang bisa memberi kehidupan kemanfaatan antar sesama.

Begitulah adanya, tokoh yang seusia itu masih terus bergerak/ beraktivitas berolah raga dan berolah rasa tak berpantang makananan, mengurusi kemaslahatan orang banyak sebagai pengurus inti partai dan Cendekiawan Muslim.

Panjang umur dengan kehidupan yang bermafaat bagi kemaslahatan, aamiin …

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here