Mengoptimalkan Diaspora, Sinergi dan Kerja Sama KKSS dengan UMI Diikat dengan MoU

0
203

PINISI.coi.d-  Pembicaraan awal mengenai kerjasama antara Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP KKSS) dengan Universitas Muslim Indonesia (UMI) diharapkan menelorkan hasil yang bermanfaat tidak saja bagi kedua belah pihak akan tetapi juga bagi kemaslahatan daerah dan bangsa. Hal itu dicetuskan dalam Pertemuan Silaturahim antara BPP-KKSS dan UMI, yang dihelat secara virtual, Jumat, (19/2/21) pukul 8.00. WIB hingga pukul 10.00.

Pertemuan akan diikat dalam penandatanganan nota kesepahamaan (MoU) dalam waktu dekat.

Silaturahim dibuka oleh Rektor UMI Prof. Dr. H. Basri Modding, dan mengajak KKSS untuk membangun sinergi demi kemajuan UMI dan daerah Sulawesi Selatan. ”UMI milik orang Sulsel, maju tidaknya tergantung orang Sulsel. Karena itu kami mengajak KKSS berkontribusi bagi pengembangan sumber daya manusia di Sulawesi Selatan,” kata Modding.

Ajakan kerja sama ini disambut positif Ketua Umum KKSS Muchlis Patahna, yang segera membentuk tim untuk menformat dan membuat struktur kerja sama. “Potensi SDM KKSS di mana pun mereka berada kita harapkan selalu merawat nilai-nilai budaya sebagai modal sosial untuk berkiprah demi kemajuan bersama,” kata Patahna.

Mewakili UMI, Prof Dr. Ir. Hatta Fattah mempresentasikan poin kerja sama untuk dimplementasikan. Antara lain penawaran beasiswa bagi warga KKSS khususnya di Jawa dan Sumatera, pertemuan ilmiah internasional, pengembangan potensi diaspora Sulsel, hingga kemitraan usaha. “Intinya bagaimana kerjasama ini dapat mengoptimalkan diaspora orang Sulsel di seluruh dunia untuk pembangunan daerah dan bangsa. Membangun aliansi ekonomi dan aliasani SDM, diharapkan menjadi sesuatu kekuatan sinergi baru antara KKSS dan UMI,” jelas Fattah.

Ketua Dewan Pakar KKSS Dr. M. Jafar Hafsah menanggapi bahwa sejatinya pemanfaatan diaspora KKSS di seluruh dunia  untuk mengkristalkan nilai-nilai filosofi leluhur orang Bugis Makassar, Mandar dan Toraja menjadi nilai-nilai yang melandasi sikap hidup di semua tingkatan.  “Sejumlah program bisa disinergikan seperti pertemuan cendekiawan Bugis Makassar, Pertemuan Saudagar Bugis Makassar, yang memang adalah program KKSS,” kata Jafar.

Sekretaris Dewan Pakar Prof. Dr. M. Nur Sadik dan Wakil Ketua Umum Prof. Awaluddin Tjalla sepakat bahwa program berbagi antara KKSS dan UMI diharapkan bisa memajukan kita semua.

“Hasil dari kerja sama harus berfokus pada hasil yang ingin dicapai,” tambah Sadik.

Ketua Dewan Guru Besar UMI Prof. Mansyur Ramli, mengutarakan, penting UMI dan KKSS melahirkan program-program kemitraan yang strategik, demi mengembangkan SDM Sulsel.  “UMI dan KKSS harus bertransformasi pada perluasan bidang-bidang inovatif dan yang menjadi kebutuhan masarakat,’ ucap Ramli.

Pertemuan dua jam ini, juga diikuti Wakil Rektor UMI dan sejumlah guru besarnya, sementara dari KKSS sendiri tampak Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan SDM Dr. M Yunus Abbas, Ketua Departemen Cendekiawan Dr. M. Sabri, Wakil Sekjen Saleh Mude, Dewan Kerohanian Dr. Suwardi dan Wakil Humas Alif we Onggang.  (Akmal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here