Mendapat Guyuran Pupuk Literasi

0
357

Kolom Ruslan Ismail Mage

Ketika menghadiri syukuran 84 tahun Sang Maestro Puisi Taufik Ismail berkarya, dan peluncuran DVD meniti karier (Puisi dalam 8 DVD Karya 1957-2017) di Balai Pustaka, Sabtu (29/6), saya seperti dibukakan pintu memasuki dunia literasi tanpa ujung oleh pak Taufik Ismail, dan menuntun saya berkeliling taman-taman bunga dan kebun literasi yang indah penuh warna bunga-bunga bermekaran memancarkan harum semerbaknya.

Berjabatan tangan dengannya seperti terasa pak Taufik Ismail mengguyur pupuk organik di kepalaku yang memberi percepatan kesuburan pada akar cita-citaku menjadi penulis. Teringat awal tahun 80-an setìap mendapat sanksi dari guru karena jahilin teman, selalu diberi pilihan mau bernyanyi atau berpuisi di depan kelas. Saya selalu memilih membacakan puisi pak Taufik Ismail.

- Advertisement -

Suatu keberuntungan 39 tahun kemudian saya bisa menjadi penulis, sehingga mempermudah jalan bisa berdiri disamping pak Taufik Ismail sang maestro puisi Indonesia. Setiap diksi dalam bait-bait puisinya laksana pelangi di cakrawala. Penuh warna warni menginspirasi kehidupan. Menggerakkan, membangkitkan, mendayu, menggelitik, menghentak, dan mencubit kehidupan.

Seorang teman penggiat budaya berbisik : pak Taufik Ismail adalah satu-satunya pengkritik penguasa di semua jaman yang tidak pernah di tangkap, karena kemapuan bahasa pusinya yang memukul tanpa menyentuh.

Penulis adalah : Inspirator dan penggerak, Founder Sipil Institute Jakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here