Mendagri Kasih Jempol Polri yang Sukses Tangkap Djoko Tjandra

0
80

PINISI.co.id- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengapresiasi keberhasilan Tim Polri yang berhasil menangkap Djoko Tjandra, buronan kasus hak tagih Bank Bali di Malaysia.

Menurut Mendagri, keberhasilan Polri layak diapresiasi, sebab menangkap buronan di luar negeri itu tak gampang. Mesti mengatasi jalur birokrasi antar negara.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Polri, Pak Kapolri dan jajarannya yang mampu untuk menembus hambatan-hambatan birokrasi maupun hambatan-hambatan hukum antar negara, itu saya prestasi luar biasa,” kata Mendagri, menjawab pertanyaan wartawan usai shalat Idul Adha di kantor Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Jumat (31/7/20).

Menurut Mendagri, menangkap buronan di luar negeri itu bukan perkara mudah. Sebab, mesti mengatasi  birokrasi antar negara. Meskipun ada perjanjian ekstradisi antar dua negara, misalnya antara Indonesia dan Malaysia.

Pilkada Serentak

Terkait seputar pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak, Mendagri, bilang persiapan Pilkada terus dilakukan. “Pemerintah mendukung kerja penyelenggara dalam hal ini adalah KPU dan Bawaslu,” kata Mendagri.

Beberapa waktu yang lalu, Mendagri keliling ke beberapa provinsi, untuk mengecek kesiapan Pilkada. Terutama dari sisi anggaran pemilihan yang disediakan oleh pemerintah daerah lewat mekanisme Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).

“Sebagian besar baik. Anggaran juga sebagian besar sudah 100 persen untuk KPUD dan Bawaslu daerah. Jadi tidak ada alasan bagi KPUD dan Bawaslu daerah untuk tidak bekerja,” ujarnya.

Karena itu Mendagri telah menginstruksikan jajarannya mengejar soal anggaran itu. Karena Pilkada serentak ini adalah agenda strategis nasional. Mendagri juga telah  bertemu dengan  Ketua KPU dan pimpinan DKPP, membahas persiapan pemilihan.

“Kita sharing pandangan  mengenai kesiapan. Saya melihat langkah-langkah yang dilakukan sudah bagus. Tahapan-tahapan verifikasi faktual sudah dilakukan. Sekarang memasuki masa pemutakhiran data coklit,  door to door.  Ini juga berlangsung dengan relatif cukup baik. Protokol kesehatannya juga ditaati. Nah tinggal sama-sama, kami memiliki memiliki satu kesamaan bahwa Pilkada ini bukan sesuatu yang terpisah dengan pandemi,” katanya.

Jadi, kata Mendagri, isu pandemi kita jadikan isu sentral dalam rangka pilkada, baik dalam rangka menjaga protokol kesehatannya untuk penyelenggara, pengaman, pengawas dan pemilih, tapi yang lebih utama lagi adalah untuk mendorong atau jadi momentum emas  yang mungkin setelah pilkada ini tidak akan ada lagi momentum sebaik ini, untuk memacu mesin daerah, 270 daerah bergerak semua untuk mengendalikan masyarakat mematuhi protokol kesehatan.

“Pilkada itu adalah pertarungan hidup mati untuk kekuasaan di daerah. Kita giring isunya menjadi pertarungan sehat, kontestasi sehat, adu gagasan, adu berbuat untuk menangani Covid-19. Apa gagasan para calon bupati atau walikota atau  gubernur untuk menangani Covid-19 di daerahnya dan dampak sosial ekonominya? Pilih mereka yang punya gagasan yang baik, pilih mereka yang bisa mengendalikan,” imbuhnya lagi.

“Pilkada ini momentum emas untuk memilih pemimpin yang mampu menyelesaikan Covid-19 dan dampak sosial ekonominya. Ini kesempatan rakyat untuk memilih mereka yang benar-benar punya gagasan,” jelas Mendagri. [Syamsul Bahri]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here