Manusia Bersahabat Dengan Makhluk Alam

0
133

Oleh Fiam Mustamin

Saya begitu senang mengikuti reportasenya adinda Al Ustas H. Imran Duse tentang ceramah ramadhan untuk warga KKSS.

Puluhan tahun silam saya kenal dengan KH Nasaruddin Umar dari undangan promosi doktor beliau dengan summary kajian keagamaan yang dikirim ke sekretatiat BPP KKSS sekitar tahun 2004 dalam masa awal pemerintahan pasangan Bersama Membangun Bangsa, Presiden SBY dan Wapres JK.

Dari summary itu, lupa judulnya saya menangkap dimensi filosofi Bugis/ tassauf/tawape yang pernah saya denggar terlintas pada pembicaraan konunitas orang-orang tua di Saoraja, Tajuncu Soppeng.

Di usia prasekokah waktu itu, ayah sering mambawa saya  ke pengajian dan menidurkan saya dengan berselimut sarung/mabombo (menutup diri) yang sesungguhnya saya tidak tertidur, saya justru tetap terjaga dalam sarung dan maccoling (nguping) mendengarkan pembicaraan para orangtua itu sampai selesai.

Subhanallah … setelah dewasa saya mulai mengingat-ingat apa yang pernah saya dengar ketika masa kecil  itu.

Semenjak membaca summary itu, saya terus  terobsesi menginginkan selalu ada Anre Gurutta hadir di tengah komunitas KKSS, di acara Buka Puasa, Halalbilhalal, Pernikahan,  Pertemuan Saudagar dengan kajian terjemahan bahasa Bugis dari materi yang disampaikannya.

Karena itu pula saya  berlanggananan koran Republika khusus jurnal Jumat untuk mengikuti kajian tassauf dan lain-lain dari beliau. 

Saya selalu berdoa bermunajat untuk dapat menyerap dan berpaham dari apa yang  tersurat dan tersirat yang ditulis dan diucapkan/dinarasikan langsung oleh beliau Anre Gurutta itu.

Ulasan Ukhwah Makhlukiyah itu di alam dunia semesta begitu dalam dan luas maknanya untuk sensibiliitas dan keseimbangan kehidupan ini dunia dan akhirat.

Kita berharap setiap kajian kajian berharga dari Anre Gurutta bisa  dituliskan disebar luas di grup komunitas KKSS khususnya. 

Begitu menyentuh persahabatan manusia dengan makhluk-makhluk alam; hewan dan tumbuhan.

Dialog dan komitnen persahabatan antara Nabitta Suro Mateppena Puang Allahtaala, Muhammad Rasulullah dengan makhluk kijang/jongae sungguh mengagumkan sebagaimana yang diuraikan oleh Anre Gurutta.

Karena itu, leluhur kita/to maccae/to panritae telah mengajarkan kearifan pananrang/isyarat petunjuk dan panduan kehidupan: Paddilau/ palloppi (pelaut) Paggalung (petani) Padanggang/papalele (peniaga), etos

kerja, demokrasi pemerintahan dan seterusnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here