Kutemukan Dua Energi Turbo di Bumi Latemmamala

0
58

Kolom Ruslan Ismail Mage

Bangga menjadi orang Indonesia, karena para pendiri bangsa mewariskan ideologi dan dasar negara pancasila yang mampu mempersatukan rakyat di atas begitu banyaknya perbedaan, mampu menciptakan persamaan rakyat di atas tingginya keanekaragaman. Para tokoh kebangsaan mengajarkan kepada kita bagaimana mengemas begitu banyaknya perbedaan menjadi suatu irama yang melagukan simponi kedamaian. Para pejuang kemerdekaan menunjukkan kepada generasinya bagaimana mendesain keaneragaman di atas kanvas kebersamaan menjadi tenung kebangsaan yang tidak muda terkoyak oleh serbuan liberalisasi ideologi.

Bangga menjadi orang Sulawesi Selatan, karena filosofi hidupnya “Siri’ na Pacce” yang menempatkan harga diri di atas segalanya. Tidak akan tertukar dengan nilai benda apa pun untuk mempertahankan jati diri sebagai manusia beradab dalam membangun peradaban di belahan bumi manapun berada. Itulah sebabnya empat suku besar yang mendiami Sulawesi Selatan ini menjelma menjadi manusia penjelajah yang melampaui batas-batas wilayah sampai benua. Terkenal dengan taglinenya “Dimana ada laut dan hutan, disitulah manusia Bugis akan meletakkan pondasi dasar kehidupan untuk membangun peradaban.” Begitulah nenek moyang kita seorang pelaut berfilosofi, “Dimana bumi dipajak disitu langit di junjung.”

Bangga dilahirkan, bertumbuh, berkembang, dan membesar di Soppeng, karena daerah tempat pertama kali saya menangis saat keluar dari kandungan ibuku, memiliki “Dua energi turbo” penggerak tidak tertandingi untuk mendorong setiap warganya muncul kepermukaan menjadi pemenang.

Lebih 20 tahun melakukan pengembaraan intelektual ke beberapa daerah dan kota, sampai malampaui batas-batas negara mecari energi turbo itu, namun ternyata energi penggerak yang lebih dahsyat ada tersimpan di tanah kelahiranku Soppeng.

Sahabat pembelajar, di titik ini saya menangis, karena ada rasa penyesalan kenapa baru menemukan dua energi turbo itu disaat fisik sudah menurun daya jelajahnya. Sudah puluhan buku motivasi saya tulis, ribuan anak-anak negeri terinspirasi, tetapi lalai menggali data-data kearifan lokal tanah kelahiranku, abai merangkum fakta dan kalimat-kalimat inspiratif penggugah jiwa dari leluhur. Dua energi turbo yang saya maksud itu adalah sebagai berikut.

Energi turbo pertama adalah “Sumpah La Temmamala.” Saat itu ketika La Temmamala menerima pengangkatan dengan gelar “Datu Soppeng,” La Temmamala mengangkat sumpah di atas batu yang diberi nama “Lamung Patue.” Sambil menggenggam padi, La Temmamala mengucapkan kalimat yang artinya, “Isi padi ini tidak akan masuk melalui tenggrokan saya, bila berlaku curang dalam menjalankan pemerintahan selaku Datu Soppeng.”

Subhanallah. Inilah sumpah seorang pemimpin yang paling menggetarkan bumi, dan menggoncangkan jiwa-jiwa rakyat yang dipimpinnya. Sumpah seorang pemimpin yang hanya menjadikan rakyat sebagai satu-satunya majikan yang harus dilayani. Sumpah seorang pemimpin yang 24 jam waktunya bertasbih untuk kepentingan rakyatnya. Sumpah seorang pemimpin yang menyadari benar kalau sekecil apa pun kepemimpinannya akan dipertanggungjawabkan kepada Allah Swt. Jadi sejatinya setiap pemimpin harus melakukan sumpah La Temmamala.

Energi turbo kedua adalah pernyataan I Mangkawani. Seorang putri bangsawan Bugis yang merasa kecewa karena kekasihnya dibunuh dalam suatu pertarungan badik (sigajang) dalam sarung dengan saudara lelakinya sendiri. Ia terpaksa meninggalkan daerahnya pergi membuang diri. Dari tiga daerah yang pernah ditinggali, I Mangkawani kemudian mengeluarkan pernyataan bernilai historis sangat tinggi, “Tau warani tau Bone, tau sogi tau Sengkang’nge, tau acca tau Soppeng’nge.”

Sekali lagi “Tau acca tau Soppeng’nge.” Kalau pernyataan I Mangkawani itu dikontruksi, maka pesannya adalah, “Orang Soppeng dilahirkan menjadi orang pintar (menusia-manusia pembelajar yang tidak pernah berhenti belajar). Endingnya orang pintar biasanya selalu menjadi pemenang. Itu artinya orang Soppeng dilahirkan menjadi pemenang.

Dua kalimat historis yang kemudian saya sebut energi turbo inilah yang terus mengalir menelusuri urat nadiku dan menggerakkan seluruh fungsi-fungsi panicaindraku untuk terus berkarya muncul kepermukaan. Karena itu sebagai putra daerah, saya bermimpi Kabupaten Soppeng menadi pusat industri otak dan kepemiminan nusantara. Apakah itu mungkin? Saya jawab dengan keyakinan sangat mungkin. Bengkel Narasi dan Sipil Institute siap mempresentasikan konsepnya, kapan dan dimana pun.

Penulis : Akademisi, inspirator dan penggerak, founder Sipil Institute Jakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here