Kisah Heroik Doni Monardo Mengatasi Pageblug

0
193

Buku Titik Nol Corona, Doni Monardo di Pusaran Wabah, Penulis Egy Massadiah, Penerbit PT Citra Jayakarta Nawa AsTha, Jakarta, 2021

PINISI.co.id- Telah setahun lebih pandemi Covid-19 menggerayangi dunia dengan jutaan korban jiwa, termasuk di Indonesia dengan puluhan ribu kasus kematian.

Berbicara penanganan Covid-19, serta merta terlintas satu nama yang teringat: Letjen TNI (Pur) Doni Monardo. Selain sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo adalah Ketua Satgas Covid-19 yang mengemban misi dan tanggung jawab besar untuk memutus mata rantai virus corona jenis baru itu.

Demikianlah perjalanan Doni Monardo ribuan kilometer tanpa kenal lelah, berikut pikiran, energi yang terkuras, aneka aksi dan jam-jam istirahat yang minim berhasil direkam Egy Massadiah dengan renyah dan ajek dalam buku Titik Nol Corona, Doni Monardo di Pusaran Wabah, yang terbit Januari 2021.

Buku ini salah satu karya komprehensif yang mewakili sekuen-sekuen penanganan pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan akhirnya.

Cuplikan-cuplikan dan adegan-adegan Doni Monardo dituangkan Egy dalam narasi yang runtut setebal 400-an halaman, disajikan pada — titik-titik tertentu dari kacamata seorang sineas, aktor dan sutradara, membikin tulisannya tak membosankan seperti kita menonton film, duduk terpaku hingga film usai. Pertama; Egy menulis dari dapur, terlibat dari dalam, sebab Egy bagian dari Doni Monardo itu sendiri sebagai Staf Ahli BNPB. Kemana-mana Egy kerap mendampingi Doni Monardo siang malam, mengikutinya, menelisiknya dalam-dalam.

Dikisahkan bagaimana Doni Monardo tanpa henti memikirkan, mencari solusi agar Covid segera raib — paling tidak melandai atau terus menggugah masyarakat mengubah prilakunya dalam kondisi normal baru. Diceritakan Doni Monardo tak jemu melakukan sosialisasi, memberi contoh dalam prokes hingga memberi bala bantuan terkait pandemi di seluruh Indonesia.

Tanggung jawab Doni yang tidak ringan ini bertambah berat lantaran sepanjang tahun 2020 hingga awal 2021, musibah dan bencana tiada henti merundung sejumlah wilayah di mana Doni Monardo menjadi garda depan untuk memitigasi dan menangani kebencanaan.

Dengan gesit dan respon yang cepat Doni Monardo mengajak berbagai elemen masyarakat dan kelembagaan terkait untuk secara bersama-sama mengatasi penularan Covid-19.

Dua tahun menemani Doni Monardo, Egy rutin menorehkan pelbagai catatan yang kemudian disarikan dalam tiga buku tentang Doni Monardo: Secangkir Kopi di Bawah Pohon, Sepiring Sukun di Pinggir Kali, dan Titik Nol Corona. Sebuah potret utuh tentang kiprah Doni Monardo dalam banyak lingkup, termasuk karir dan hal-hal manis mengenai keluarga. Buku ketiga ini pula yang menjadi kado Egy di hari ulang tahun Doni Monardo.

Istimewanya, buku ini penuh warna berikut lampiran foto-foto sebagai pendukung kisah menguatkan gambaran yang hendak diceriakan Egy. Tak sedikit foto melukiskan hal-hal yang humant interest. Jadi tidak sekadar enak dibaca namun juga enak dilihat.

Buku ini dapat dibaca per tema, dari akhir, tengah atau depan. Semua punya kisah sendiri dan saling mengikat.  Dibuka “Kenangan Natuna Dua Jenderal” sebagai mengingatkan kita akan karantina 238 WNI asal Kota Wuhan, Hubei, China. Di sini Doni Monardo kelihatan kapasitasnya sebagai Kepala BNPB yang sigap bekerja.

Pada bagian “Dari ‘Dukun’ hingga ‘Orang Gila’”, Egy mengisahkan sebuah cerita yang otentik dan menyentuh.

Kelebihan Titik Nol Corona, pembaca mendapatkan banyak sudut yang berbeda, lewat cerita-cerita mengalir, fakta, dan foto-foto yang menarik. Kepiawaian Egy menyingkap sejumlah peristiwa di balik berita menjadikan cerita itu bermakna, tidak saja latar belakang, namun juga pesan-pesan moralnya.

Dan yang utama, rekaman Titik Nol Corona menjadi saksi abadi bagi salah satu peristiwa sejarah wabah yang paling mematikan di abad ini.

( Alif )   

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here