Kiprah KKSS New York dari Masa ke Masa

0
705

PINISI.co.id- Sejarah Perjalanan Badan Pengurus Luar Negeri Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPLN KKSS) New York, Amerika Serikat dapat ditelusuri dengan mendengarkan kisah Syaiful Hamid, Ketua KKSS New York sejak tahun 2017.

Menurut Syaiful Hamid atau lebih akrab disapa Pak Ipung, gelombang pertama perantau asal Sulawesi Selatan hingga kini dapat dilihat dari periode yang kadang jauh berjarak kedatangan mereka di benua Amerika. Dimulai Gelombang pertama oleh Daeng Musa tahun 1940 hingga 1950-an; gelombang kedua dimotori oleh Ahmad Padang tahun 1960-an; gelombang ketiga oleh Amir Sumaila dan Syaiful Hamid, tepatnya tanggal, 18 Agustus 1979; gelombang keempat oleh Shamsi Ali tahun 1997, termasuk Mustari Siara dan Hariyanto Jufri; gelombang terakhir tahun 2021, adalah M. Saleh Mude bersama istri dan putri ketiganya.

Spirit ber-KKSS di New York dimulai tahun 1984-1986 diketuai oleh Syafruddin Patompo, termasuk Rahmat Patompo, dan Syaiful Hamid, pengurusnya; tahun 1987-1996, tidak ada pengurus atau vakum; tahun 1997-2016 diketuai oleh Amir Sumaila; dan tahun 2016 dipimpin oleh Hamzah Lopo. Ketiga periode kepengurusan itu, KKSS New York tidak lebih dari kelompok arisan atau ajang kumpul-kumpul; dan mulai tahun 2017, BPLN KKSS New York dilantik secara resmi oleh Ibnu Munzir, Sekretaris Jenderal BPP KKSS, dan disaksikan oleh Bapak M. Jusuf Kalla, Wakil Presiden, dan rombongan ketika mengadakan kunjungan dinas ke kota New York.

- Advertisement -

Kini, KKSS New York telah terdaftar dan diakui oleh New York State sebagai organisasi non-profit atau nir laba, dan memiliki nomor account atau Rekening resmi. Itu berarti, KKSS New York sebagai organisasi paguyuban etnis perantau telah memiliki jalur koordinasi ke induknya di Indonesia, BPP KKSS dan mungkin satu-satunya di New York, kata Syaiful Hamid.

Sebagai Ketua KKSS New York, Syaiful memiliki cita-cita akan merintis pembelian lahan dan pembangunan asrama mahasiswa asal Sulawesi Selatan di kota New York. Syaiful terkesan pada perintis asrama-asrama mahasiswa Sulawesi Selatan di Bandung, Yogyakarta, Jakarta, dan Surabaya,

“Itu dapat terwujud jika kita mulai gagas sekarang, dan kita juga akan memfasilitasi bagi calon mahasiswa program master dan PhD asal Sulawesi Selatan yang akan melanjutkan pendidikannya atau pejabat dari kawasan Indonesia Timur khususnya, yang akan melakukan kunjungan dinas atau studi banding di kota New York ini,” kata Pak Ipung, penuh optimisme dan semangat.

(Laporan Saleh Mude dari New York)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here