Ketum KKSS dan Ketua KKSS Jatim Amiruddin Harun: Perlu Mewarisi Semangat Kejuangan Karaeng Galesong

0
612
Ketua Umum KKSS Muchlis Patahna dan Ketua KKSS Jatim Amiruddin Harun dan Sekjen KKSS Abd Karim (dibelakang) serta Sekum KKSS Jatim Gasman Gazali (kiri) dan Nurdin dari BPC KKSS Surabaya tampak tepekur di Makam Karaeng Galesong di Desa Ngantang, Kabupaten Malang.

PINISI.co.id-Ketua Umum BPP KKSS Muchlis Patahna, SH, Mkn.,  dan Ketua BPW KKSS Jawa Timur Brigjen TNI Mar. (Pur.) Amiruddin Harun sepakat agar warga KKSS mewarisi semangat pengorbanan dan perjuangan Karaeng Galesong menentang kolonialisme.

“Dalam konteks sekarang tentu semangat juang itu diwujudkan melawan ketidakadilan dan menegakkan kebenaran,” kata Muchlis usai berziarah ke kompleks makam Karaeng Galesong, bersama sejumlah pengurus KKSS Jatim di Dusun Sumberagung, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu siang, (23/2/20).

Dalam nada yang sama, Amiruddin berpesan agar warisan Karaeng Galesong yang pantang menyerah melawan kezaliman patut ditiru. “Kita bersyukur memiliki pahlawan-pahlawan yang bisa dijadikan inspirasi dalam membangun bangsa, seperti persekutuan Karaeng Galesong dan Trunojoyo di Jawa melawan penjajahan,” jelas Amiruddin.

Dalam kesempatan itu, Amiruddin meminta pihak terkait untuk memoles ulang agar tulisan di prasasti makam mudah dibaca pengunjung. Di prasasti tersebut aksaranya nampak kusam sehingga tak terbaca jelas. Adapun tulisan di situ, tertoreh. 

Di sini makam pejuang agung yang pantang menyerah menentang VOC dan kedzaliman di abad ke-17 putra Sultan Hasanuddin Raja Gowa ke-16 Menantu Raden Trunojoyo  murid Panembahan Giri panglima perang Laskar Makassar di Jawa Timur. Karaeng Galesong Tumenanga Ri Tappan (Di sini tempat peristirahatan terakhir Karaeng Galesong).  

Dalam ziarah kubur ini, Muchlis memimpin doa, didampingi Amiruddin Harun,  Sekjen KKSS Abd. Karim, Sekretaris Umum KKSS Jatim Gasman Gazali, Wakil Danramil 04 Ngantan Kapten Heru  Santoso, Kapolsek Ngantang  AKP Suyatno, Ormas Pancasila PAC Ngantang, Kades Suhartono, pengurus BPC KKSS Surabaya Nurdin dan Wakil Kepala Humas KKSS Alif we Onggang.

Seperti diketahui, Karaeng Galesong lahir pada 29 Maret 1655, adalah putra Raja Gowa Sultan  Hasanuddin dan merupakan pahlawan penentang Belanda yang amat gigih. Ia rela keluar dari istana Raja Gowa karena menolak berdamai dengan Belanda yang dia anggap sebagai musuh utama masyarakat Nusantara.

Karaeng Galesong melarikan diri dai Gowa ke Jawa. Di masa itu di wilayah Jawa Timur terdapat dua penguasa besar dan ditakuti, yakni Adipati Anom di Mataram dan Trunojoyo di Madura.

Kedua penguasa besar ini saling bermusuhan. Karaeng Galesong diakrabi oleh Trunojoyo dan mendapat restu menikahi keponakan Trunojoyo. Bersama sekitar 4000 pengikutnya Karaeng terus mengobarkan perlawanan kepda Belanda hingga titik darah penghabisannya di Ngantang.  

Persekutuan antara tentara Madura dan Makassar ini konon selalu memang dalam pertempuran melawan Belanda. Sehingga pasukan Trunojoyo dan Karaeng Galesong sangat ditakuti Belanda.

Namun, dalam perjalanannya ada perselisihan. Trunojoyo yang memberontak kepada Mataram ingin terus dibantu oleh Karaeng. Namun Karaeng menolak. Alasannya musuh utama Karaeng adalah kompeni bukan Mataram. Perselishan ini terus berlanjut dan terus dimanfaatkan oleh Belanda untuk melemahkan pasukan Madura dan Makassar.

Menurut cerita setempat, Karaeng dikenal sangat sakti dan sulit dibunuh. Sehingga ketika dimakamkan pun harus dirantai dan dikuburkan dalam posisi berdiri.

Sosok Karaeng Galesong sangat dihormati oleh masyarakat Ngantang sehingga disebut sebagai Mbah Rojo. Sampai sekarang warga menyebut makam Karaeng sebagai makam Mbah Rojo. Warga terus merawat makam itu dengan baik. Keadaan makam dibiarkan apa adanya. Berupa tumpukan batu dan nisan.

Di kompleks makam Karaeng terdapat 10 makam lain yang diduga sebagai pengikut Karaeng.

Ketua Dewan Kehormatan KKSS M Jusuf Kalla, sempat menziarahi makam ini sewaktu menjadi Wakil Presiden.[Lip]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here