Kesaudagaran Memacu Perekonomian Bangsa

0
215

Oleh Fiam Mustamin

Tahun 1994 usai Lebaran puasa, H.M. Jusuf Kalla, Ketua Kamar Dagang Indonesia Daerah Sulawesi Selatan (Kadinda Sulsel) menggelar Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) yang pertama di kota Makassar.

Gagasan ini murni dari JK yang melibatkan peran serta Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan  (Pemda Sulsel) dan Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP KKSS).

Dua puluh enam tahun lalu, JK melihat visi besar dari potensi yang dimiliki warga KKSS yang tersebar luas di kepulauan Nusantara yang berjiwa enterprenursip/kesaudagaran.

Untuk  bagaimana mereka dapat mengikatkan diri dan bersinergi dalam suatu persekutuan untuk membangun kehidupan  perekonomian di daèrah bermukim dan di daerah kampung asal usulnya.

Kemudian kita kenal dengan ikon ‘Bersama Membangun Bangsa’ dari pasangan pemerintahan Presiden SBY dan Wapres JK di periode awal tahun 2004.

Selama itu warga KKSS yang mudik pulang Lebaran jarang bisa bertemu dan  berinteraksi satu sama lain yang mudik hanya untuk urusan ziarah kubur atau shalat ied dan setelah itu balik lagi ke daerah rantau bermukim tetapnya.

Saudagar Nusantara

Menjelang Pilpres kedua deklarasi pertemuan Saudagar Bugis Makassar, Aceh, Banjar, Tatar Sunda, Minang dan Bali membentuk Forum Saudagar Nusantara (FSN)

Forum ini dimaksudkan untuk menggerakkan potensi kesaudagaran yang berbasis di beberapa daerah untuk peningkatan perekonomian daerah dan bangsa.

Terinvetarislah beberapa daerah yang memiliki habitat kesaudagaran di daerah yang memiliki potensi perdagangan dan terdekat dengan  perairan dan bandar pelabuhan antara lain Palembang, Medan, Banten, Cirebon, Gersik, Tasikmalaya, Surabaya,  Madura, Samarinda, Balikpapan, Donggala, Mamuju, Ternate,  Ambon dan Jayapura.

Pariwisata dan Ekononi Kreatif

Meskipun cukup terasakan adanya penurunan  inkam pendapatan dari ke dua sektor tersebut akibat dampak dari wabah virus Korona, namun dari Pemerintah / Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  telah memberi insentif untuk menggalakkan sektor ekonomi tersebut dengan mendorong Kunjungan Wisata Domestik Nusantara/ dalam negeri.

Peluang usaha ini dapat diraih dengan menghidupkan perekonomian di daerah-daerah yang memiliki basis sumberdaya pariwisata pantai, laut kepulauan/bahari, alam pegunungan, situs-situs bersejearah dan ekonomi kreatif.

Penulis adalah budayawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here