Kepemimpinan Kesehatan: Pemimpin Penentu Arah Kemajuan (2)

0
524

Kolom Zaenal Abidin

Dalam suatu organisasi segalanya bertumpu pada kepemimpinnya. Ingat kata Napoleon Bonaparte, “Kalau Anda berperang jangan melihat berapa jumlah tentara musuh, tetapi lihatlah siapa jenderalnya.” Hal ini menunjukan bahwa kita harus tahu siapa pemimpin yang bakal kita hadapai. Tidak peduli siap dan berapa jumlah pengikutnya, kalau kita sudah mengalahkan jenderanya, kalahlah seluruh pasukannya.

Organisasi itu akan bertumbuh sesuai dengan kemampuan atau kapasitas yang dimiliki pemimpinnya dan pertumbuhan itu tidak akan melampaui batas kemampuan dari pemimpinnya. Karena itu pula keberhasilan pekerjaan tidak akan dapat melampaui kemampuan seorang pemimpin untuk memimpin atau mempengaruhi orang lain. Keahlian kepemimpinan seorang pemimpin akan menentukan suksenya dalam memimpin.

- Advertisement -

Proses pengembangan diri, keinginan untuk terus belajar bagi seorang pemimpin sangat penting dalam suatu organisasi. John C. Maxwell berkata, “Kalau Anda ingin bertumbuh, bergaullah dengan orang-orang yang prestasinya melampaui prestasi kita dan tirulah pertumbuhan yang kita inginkan.” Sementara Oliver Wendell Holmes mengatakan, “Hal terbesar  di dunia ini buka pada tempat mana kita berada, tetapi pada arah mana kita melangkah.” Dan, pemimpinlah yang menentukan hal terbesar di dunia itu, menentukan arah dan langkah sebuah organisasi.

Pemimpin Sebagai Agen Perubahan

Karena pemimpin itu merupakan penentu arah, maka ia pula merupakan agen perubahan, dengan visi dan keluasan wawasan yang dimilikinya. Karena itu pemimpin itu harus punya wawasan, punya visi. Pemimpin itu mutlak harus vioner. Tahu apa yang mau diubah, punya agenda-agenda perubahan, dan tahu jalan ke arah perubahan sebab ia punya peta jalan.

Seorang pemimpin harus berpikir sebagai agen perubahan. Pemimpin yang berada dalam organisasi yang matang, yang harus mengembangkan diri sebagai agen perubahan, perlu dua karakteristik:

Pertama, harus memiliki kekuatan emosional untuk mampu mendukung organisasi sambil menangani kecemasan yang ada dalam proses penanggalan hal-hal yang sebelumnya pernah berhasil, yaitu kemampuan menciptakan bagi organisasi suatu rasa, ”keamanan psikologis”.

Kedua, mereka perlu suatu pemahaman tentang dinamika budaya dan sifat budaya organisasi mereka sendiri.

Nah, untuk dapat memahami dinamika pemimpin dan kepemimpinan, yang penting adalah pemimpin tidak mengubahbudaya organisasi sekehendaknya. Artinya, pemimpin menumbuhkan budaya dengan membangun budaya itu di atas kekuatannya sambil membiarkan kelemahannya hilang dengan sendirinnya.

Organisasi harus selalu siap mengadakan perubahan pada saat siklus mereka sedang menurun. Misalnya, dengan melakukan restrukturisasi, revitalisasi, mengubah pendekatan, sehingga organisasi bisa naik kembali. Sangat berbahaya bila suatu organisasi sampai pada suatu dataran plateau dalam siklus hidupnya. Andai kita tidak dapat menghindarinya maka upaya kita adalah berusaha sekuat tenaga dan secepat mungkin melalui fase plateau ini. Kalau tidak maka siklus organisasi akan menurun dan sulit mengembalikan diri dari daerah menurun ke daerah plateau, apalagi untuk bangkit kembali.

Terdapatlima hal penting yang akan memberi kekuatan untuk mengambil keputusan akibat perubahan yang harus kita hadapi pada masa kini:

Pertama; Waktu adalah komoditi berharga.  Waktu adalah komoditi yang paling mahal di dunia, bahkan dibandingakn dengan uang sekali pun.

Kedua; Kompetisi. Persainagn masa depan adalah ilmu melawan ilmu, bukan uang lawan uang. Dalam memenangkan kompetisi masa kini, kuncinya, “Haw to make our people learn better and faster than our competitor”.

Ketiga; Pemanfaatan informasi dan teknologi komunikasi. Dalam dunia yang serba cepat, semua harus informasi dan teknologi komunikasi, yang berkembang dengan pesat. Information is power.

Keemapt; Kreativitas. Dengan berkembangnya informasi melalu berbagai media, diperlukan kempampuan dan keahlian mengompilasi, menganalisa informasi yang kita terima dan berpikir kreatif, bukan reaktif.

Kelima; Belajar terus menerus. Dalam dunia yang cepat berubah, pendidikan adalah modal utama bagi seseorang agar dapat beradaptasi dengan perubahan. Bill Gates, dalam bukunya, “The Road Ahead”, sangat menekankan proses belajar terus-mererus.

Beberapa alasan mengapa orang tidak mau berubah, antara lain: (a) Comfort zone, sudah merasa senang atau nyaman dengan hal-hal yang biasa dilakukan saat ini. (b) Ada perasaan takut. Takut gagal, takut dikritik, takut malu, takut menanggung risiko, takut dibicarakan orang, takut mati, dan lain-lain. Kata Aristoteles, “Ketakutan adalah perasaan yang timbul karena ingin mengantisipasi kesalahan.” (c) Berpaling pada kesuksesan masa lalu. Selalu bangga dengan keberhasilan masa lalu dan lupa bahwa dunia ini terus berubah, di mana keberhasilan masa lalu bukan keberhasilan masa kini. (d) Masa depan tidak atau belum jelas, suram. Orang melihat masa depan tidak jelas atau suram, karena tidak memiliki visi yang cukup untuk melihat masa depan.

Dunia kesehatan yang sangat cepat berubah seperti sekarang, dibutuhkan pemimpin yang efektif dan handal, yang diharapkan mengubah keadaan yang rutin menjadi keadaan yang menantang dan lebih maju. Pemimpin di bidang kesehatan yang baik akan selalu membawa keberuntungan bagi organisasi dan pengikutnya, bagi anggota, dan bagi masyarakatnya.

Seorang pemimpin, termasuk di bidang kesehatan, membutuhkan adanya sikap. Sikap menentukan kualitas, suasana hati, perkataan dan nada suara kita. Kualitas sikap seorang pemimpin sangat menentukan kualitas hubungannya dengan orang lain. Terutama kepada rekan kerja atau bawahannya.

Karena itu sikap menetukan; arah kehidupan seseorang pemimpin, gagal atau berhasil; sikap orang lain terhadap seorang pemimpin; keberhasilan pada awal bertugas; apakah mampu menduduki jabatan karier yang lebih tinggi.

Penulis adalah Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia, periode 2012-2015, salah satu pendiri Yayasan Gema Sadar Gizi , dan Ketua Departemen Kesehatan BPP KKSS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here