Keluarga Ilmuwan Melahirkan Ilmuwan

0
614

Catatan Inspiratif : Sipil Institut Jakarta

Pacongkag adalah daerah yang tidak terlalu familiar bagi generasi milenial. Namun daerah yang masuk wilayah Desa Jampu Kecamatan Liliriaja ini, Kabupaten Soppeng ini, sudah banyak melahirkan orang hebat. Satu diantaranya yang sangat familiar bagiku karena bertumbuh dan bermain bersama di masa kanak-kanak adalah Dr. H. Tammasse Balla (Dosen senior Fakultas Satra Unhas) yang dalam karya-karya jurnalistiknya sering memakai nama HTB.

Saya menyebutnya keluarga ilmuwan sejati. HTB menyandang gelar Maha Terpelajar (Dr. Linguistik), begitu pula sang istri DR. dr. Hj. Jumraini Tammasse, S.Ked., Sp.S. (Ketua Umum PERDOSSI : Persatuan Dokter Spesialis Saraf Indonesia Cabang Sulawesi Selatan, Sekretaris Departemen Neurologi FKUH, Ketua Penjaminan Mutu Program S3 FKUH, Ketua Yankes IMC Makassar.

- Advertisement -

Bagiku bukan keilmuwannya dan segala pencapaiannya, termasuk tangan dinginnya dalam merintis usaha dari nol dalam bidang medis (Inggit Farma) yang kini berproses menjadi klinik termodern di Makassar yang membuatku hormat dan takjub kepadanya, tapi karena ilmunya yang tinggi berbanding terbalik dengan kedudukan hatinya yang selalu direndahkan serendah-rendahnya. Karena hati dan jiwanya yang membumi itulah maka Tuhan mengangkat setinggi-tinggi derajatnya.

HTB adalah tipikal ilmuan linguistik yang tak pernah mau diam. Karier akademik lancar, bisnis lancar, keluarganya pun sukses dan membina anak dua orang yang sudah go internasional. Anak sulungnya Iin Fadhilah Utami Tammasse adalah Mahasiswi Berprestasi Utama Unhas 2017, The Most Inspiring Student Dikti Nasional 2017, dokter muda berprestasi, Sastrawati, dan penulis buku produktif.

Saat menulis catatan ini, HTB bersama sang istri tercinta sedang berada di Jakarta menjemput anak bungsunya dari Inggris yang pulang liburan ke Makassar, Gita Fitri Aidini Tammasse, Siswi EF International Boarding School Kelas 3 Senior High School, di Torquay, Inggris. Sekarang sibungsu lebih tertarik kuliah di almamater sang ayah, dengan berhasil masuk kuliah di Fakultas Kedokteran Unhas. Pak Aprial Hafsah menyebutnya keluarga jaket merah adalah keluaga ilmuwan.

Beberapa waktu lalu, dari lantai 34 apartemennya di Taman Anggrek Jakarta, HTB mengabari lewat pesan singkat : (RIM saudaraku, kami sekarang di Jakarta). Seketika saya teringat masa kecil bermain bersama di kampung (bermain kelereng, gassing, tembak-tembakan bambu). Sebagai saudara seperjuangan dari SD sampai kuliah di Unhas yang sering sama-sama menulis buku berdua, saya bangga sekali melihat pencapaian HTB (ilmuwan sejati, bisnismen rendah hati, pemimpin keluarga paripurna, penulis buku inspiratif, dan sahabat/saudara yang humanis).

Walaupun saya sudah menulis puluhan buku, tapi jujur masih harus banyak belajar sama HTB dalam mengolah huruf, kata, kalimat, menggunakan bahasa alam. (Dari rumah inspirasiku di Kedayutama Depok, saya (RIM) mengucapkan selamat kepada saudaraku HTB atas pencapainnya selama ini. (RIM/PIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here